Putin Mainkan Nuklir di Perang Ukraina, Uni Eropa: Keputusan Sembrono
Garry Talentedo Kesawa
Kamis, 22 September 2022 - 06:35 WIB
Ilustrasi dampak ledakan nuklir yang mengerikan. Foto: Langit7.id/iStock
Eksekutif Uni Eropa (EU) menyebut langkah terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang melawan Ukraina menunjukkan keputusasaanyang sembrono. Pasalnya, Rusia menggunakan permainan nuklir untuk meningkatkan ketegangan.
Putin dikabarkan Reuters,memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II dan mendukung rencana untuk mencaplok sebagian besar Ukraina. Dia pun memperingatkan Barat bahwa tidak hanya menggertak ketika mengatakan siap menggunakan senjata nuklir.
Baca Juga:Pukul Mundur Rusia, Zelenskyy Klaim Ukraina Rebut 6.000 KM Wilayah
"Ini hanyalah bukti lain bahwa Putin tidak tertarik pada perdamaian, bahwa dia tertarik untuk meningkatkan perang agresi ini," kata Juru Bicara Kebijakan luar negeri Komisi Eropa Peter Stano dalam jumpa pers reguler, Kamis (22/09/2022).
"Ini juga merupakan tanda lain dari keputusasaannya dengan bagaimana agresinya terhadap Ukraina. Dia hanya tertarik untuk maju dan melanjutkan perang yang telah memiliki begitu banyak konsekuensi buruk di seluruh dunia," tutur Stano.
Stano mengatakan, krisis pangan dan energi global disebabkan oleh perang Rusia. Bahkan, penggunaan nuklir yang sangat berbahaya dalam peperangan tersebut oleh Putin dapat memicu lebih banyak konsekuensi bagi dunia.
Putin dikabarkan Reuters,memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II dan mendukung rencana untuk mencaplok sebagian besar Ukraina. Dia pun memperingatkan Barat bahwa tidak hanya menggertak ketika mengatakan siap menggunakan senjata nuklir.
Baca Juga:Pukul Mundur Rusia, Zelenskyy Klaim Ukraina Rebut 6.000 KM Wilayah
"Ini hanyalah bukti lain bahwa Putin tidak tertarik pada perdamaian, bahwa dia tertarik untuk meningkatkan perang agresi ini," kata Juru Bicara Kebijakan luar negeri Komisi Eropa Peter Stano dalam jumpa pers reguler, Kamis (22/09/2022).
"Ini juga merupakan tanda lain dari keputusasaannya dengan bagaimana agresinya terhadap Ukraina. Dia hanya tertarik untuk maju dan melanjutkan perang yang telah memiliki begitu banyak konsekuensi buruk di seluruh dunia," tutur Stano.
Stano mengatakan, krisis pangan dan energi global disebabkan oleh perang Rusia. Bahkan, penggunaan nuklir yang sangat berbahaya dalam peperangan tersebut oleh Putin dapat memicu lebih banyak konsekuensi bagi dunia.