LANGIT7, Jakarta - Eksekutif Uni Eropa (EU) menyebut langkah terbaru Presiden Rusia Vladimir Putin dalam perang melawan Ukraina menunjukkan keputusasaan yang sembrono. Pasalnya, Rusia menggunakan permainan nuklir untuk meningkatkan ketegangan.
Putin dikabarkan
Reuters, memerintahkan mobilisasi pertama Rusia sejak Perang Dunia II dan mendukung rencana untuk mencaplok sebagian besar Ukraina. Dia pun memperingatkan Barat bahwa tidak hanya menggertak ketika mengatakan siap menggunakan senjata nuklir.
Baca Juga: Pukul Mundur Rusia, Zelenskyy Klaim Ukraina Rebut 6.000 KM Wilayah"Ini hanyalah bukti lain bahwa Putin tidak tertarik pada perdamaian, bahwa dia tertarik untuk meningkatkan perang agresi ini," kata Juru Bicara Kebijakan luar negeri Komisi Eropa Peter Stano dalam jumpa pers reguler, Kamis (22/09/2022).
"Ini juga merupakan tanda lain dari keputusasaannya dengan bagaimana agresinya terhadap Ukraina. Dia hanya tertarik untuk maju dan melanjutkan perang yang telah memiliki begitu banyak konsekuensi buruk di seluruh dunia," tutur Stano.
Stano mengatakan, krisis pangan dan energi global disebabkan oleh perang Rusia. Bahkan, penggunaan nuklir yang sangat berbahaya dalam peperangan tersebut oleh Putin dapat memicu lebih banyak konsekuensi bagi dunia.
Baca Juga: Isu Harga Mi Instan Melonjak, Ini Pesan KementanDia mengatakan, 27 negara EU, serta para pemimpin internasional yang bertemu di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pekan ini membahas reaksi bersama. Menurutnya, masyarakat internasional harus menekan Putin untuk menghentikan perilaku sembrono tersebut.
"Putin melakukan permainan nuklir. Dia menggunakan elemen nuklir sebagai bagian dari persenjataan terornya, itu tidak bisa diterima," kata Stano.
Dia mengatakan, akan ada konsekuensi dari Uni Eropa atas langkah Putin tersebut. Namun, Stano enggan mengumumkan sanksi baru terhadap Rusia. Stano juga menegaskan referendum ilegal dan palsu yang didukung Moskow di wilayah Ukraina tidak akan diakui.
Baca Juga:
9 Pesawat Tempur Rusia Hancur Dibombardir AU Ukraina
Pertama dan Terbesar di Ukraina, Ini Penampakan Masjid Ar-Rahma
Imbas Perang, Bayi Prematur di Ukraina Butuh Perangkat Oksigen(asf)