LANGIT7.ID, Jakarta - Sebanyak 9
pesawat tempur Rusia hancur dibombardir Angkatan Udara Ukraina di Pangkalan Udara Krimea. Kedua negara yang bersitegang itu saling melempar olokan.
Analis Militer, Zhdanov mengungkapkan,
Ukraina diduga menggunakan rudal anti-kapal dalam serangan pada hari Selasa (9/8/2022) lalu.
Rusia membantah pihaknya mendapati serangan dan tak ada pesawat yang rusak pada ledakan tersebut. Sementara pejabat Ukraina mengolok keterangan itu dengan menyebutkan bahwa ada seorang perokok yang ceroboh di sana, sehingga menyebabkan amunis terbakar dan meledak.
Baca Juga: Rusia Kibarkan Bendera Kemenangan di Ukraina Timur"Secara resmi Kyiv memang bungkam tentang hal ini. Tapi secara tidak resmi pihak militer mengakui bahwa itu adalah serangan dari Ukraina," kata Zhdanov dilansir
ArabNews, Kamis (11/8/2022).
Terdapat korban jiwa pada ledakan itu. Di mana satu orang meninggal dunia dan 14 orang lainnya luka-luka. Efek ledakan tersebut cukup besar. Tampak dari video yang beredar beberapa jendela pecah dan menghancurkan tembok bangunan di sekitarnya.
"Perang Rusia melawan Ukraina dan seluruh negara di Eropa yang merdeka. Dimulai dengan Krimea dan harus diakhiri dengan Krimea (pembebasannya)," kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky setelah terjadi ledakan.
Seperti diketahui, Semenanjung Krimea direbut Kremlin dari Ukraina pada 2014 silam. Krimea memiliki makna strategis dan simbolis bagi kedua belah pihak.
Adapun dalam tuntutan Kremlin, Ukraina diminta untuk mengakui semenanjung itu sebagai bagian dari Rusia, dan menjadi salah satu syarat utama untuk mengakhiri perang. Sebaliknya, Ukraina justru telah berjanji untuk mengusir Rusia dari semua wilayah pendudukannya.
(bal)