LANGIT7.ID, Jakarta - Rusia mengibarkan bendera kemenangan di wilayah Luhansk di Ukraina timur. Rusia pada Ahad (3/6/2022) mengatakan pasukan serta sekutu-sekutunya telah mengambil alih kendali setelah merebut benteng pertahanan terakhir Ukraina, Lysychansk.
Kepada kantor berita TASS, Andrei Marochko, seorang perwira dari Milisi Rakyat Luhansk mengatakan, bendera merah palu dan arit sudah berkibar di gedung administrasi Lysychansk. Marochko mengungkapkan, Lysychansk terkepung dan pasukan Kremlin sudah masuk ke pusat kota, setelah terjadi pertempuran sengit.
Namun, Ukraina belum mengeluarkan pernyataan usai pertempuran hebat dilaporkan berlangsung di wilayah itu. Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu mengabarkan kepada Presiden Vladimir Putin bahwa Luhansk sudah "dibebaskan".
Baca juga: Rusia Mengaku Kehabisan Senjata untuk Perang di UkrainaPernyataan itu muncul setelah Moskow mengatakan pasukannya sudah menguasai desa-desa di sekitar Lysychansk dan mengepung kota tersebut. Menhan Shoigu mengatakan pasukan Rusia beserta sekutu-sekutu mereka di wilayah itu sudah "memegang kendali penuh Kota Lysyschansk".
Sebaliknya, belum ada pernyataan apapun dari pihak militer Ukraina. Sementara itu sebelum Rusia mengumumkan pencapaian terbarunya, Gubernur Luhansk Serhiy Gaida menulis di aplikasi Telegram bahwa pasukan Rusia sedang memperkuat posisi di kawasan Lysychansk.
"Kota itu terbakar," kata Gaida. "Mereka menyerang kota itu dengan menggunakan taktik brutal."
Baca juga: Dihadapan Jokowi, Putin Beberkan Kondisi Terkini di Ukraina Setelah Ukraina berjuang habis-habisan untuk menghadang Rusia merebut Ibu Kota Kiev pascapeluncuran invasi pada 24 Februari, Moskow mengalihkan perhatiannya untuk mengendalikan secara penuh provinsi Luhansk serta Donetsk di Donbas, Ukraina timur.
Kalangan separatis dukungan Moskow bertempur di kawasan itu sejak Rusia pertama kali menyerang Ukraina pada 2014. Sudah ribuan warga sipil tewas dan bangunan di kota-kota rata dengan tanah sejak Rusia mulai menyerbu pada 24 Februari.
(sof)