DKI Jakarta Berpotensi Hadapi Bencana Besar, FPRB Sampaikan 7 Rekomendasi
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 23 September 2022 - 19:05 WIB
Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas (KNPRBBK) ke XV-2022. (Foto: dok. FPRB DKI Jakarta)
Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) mengungkapkan bahwa DKI Jakarta berpotensi menghadapi bencana besar seperti kebakaran, banjir, gempa hingga tenggelam pada 2050 mendatang. Pemprov DKI pun diminta membangun kesiapsiagaan dan meminimalisir risiko bencana tersebut.
"Kami perlu lebih banyak memapar publik agar dapat melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum bencana datang. Dan perlu mengedukasi bagaimana cara meminimalisir risiko saat bencana itu benar-benar terjadi," kata Kordinator Presidium FPRB DKI Jakarta, Ahmad Lukman dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/9/2022).
Baca Juga:Tanpa Dikordinir Baik, Relawan Juga Bisa Merepotkan di Lokasi Bencana
Ketua bidang komunikasi FPRB DKI, Lukman Azis Kurniawan melihat penyebab bencana ini disebabkan oleh siklus alami bumi yang tak bisa dihindari. "Ini tak bisa dihindari. Hanya perlu diwaspadai dan meminimalisir dampaknya," ujarnya.
Penyebab selanjutnya ialah akibat ulah manusia maupun industri. Namun, hal ini dinilai masih bisa dicegah dan dihentikan agar tidak menimbulkan bencana bagi manusia.
Dalam upaya pencegahan, Lukman menambahkan unsur pentahelik wajib bersinergi agar risiko bencana bisa diminimalisir. Dia menilai semua pihak tidak bisa melakukan pencegahan sendiri.
Baca Juga:Perempuan Harus Disiapkan dalam Upaya Penanggulangan Bencana
"Kami perlu lebih banyak memapar publik agar dapat melakukan langkah-langkah antisipatif sebelum bencana datang. Dan perlu mengedukasi bagaimana cara meminimalisir risiko saat bencana itu benar-benar terjadi," kata Kordinator Presidium FPRB DKI Jakarta, Ahmad Lukman dalam keterangannya, dikutip Jumat (23/9/2022).
Baca Juga:Tanpa Dikordinir Baik, Relawan Juga Bisa Merepotkan di Lokasi Bencana
Ketua bidang komunikasi FPRB DKI, Lukman Azis Kurniawan melihat penyebab bencana ini disebabkan oleh siklus alami bumi yang tak bisa dihindari. "Ini tak bisa dihindari. Hanya perlu diwaspadai dan meminimalisir dampaknya," ujarnya.
Penyebab selanjutnya ialah akibat ulah manusia maupun industri. Namun, hal ini dinilai masih bisa dicegah dan dihentikan agar tidak menimbulkan bencana bagi manusia.
Dalam upaya pencegahan, Lukman menambahkan unsur pentahelik wajib bersinergi agar risiko bencana bisa diminimalisir. Dia menilai semua pihak tidak bisa melakukan pencegahan sendiri.
Baca Juga:Perempuan Harus Disiapkan dalam Upaya Penanggulangan Bencana