Arkeolog Mesir Temukan Tumpukan Koin Emas dan Perak dari Era Islam
Redaksi
Sabtu, 24 September 2022 - 09:01 WIB
Temuan koin emas dan perak dari sejarah era Islam. Foto: Istimewa.
Dewan Tertinggi Arkeologi Mesir (Egypt’s Supreme Council for Archaeology) menemukan sejumlah koin dari berbagai dekade sejarah era Islam. Para arkeolog menemukan koin-koin tersebut di belakang kuil di Esna, kota yang terletak di sepanjang Sungai Nil.
Kota Esna terletak di tepi barat Sungai Nil, 55 kilometer di selatan Luxor, dan di masa lalu dikenal dengan nama yang berbeda, seperti Latopolis dan Senat.
Baca juga: 5 Penemuan Islam yang Diklaim Barat ketika Belum Ada HaKI
Kepala Administrasi Pusat Purbakala Mesir Hulu di Kementerian Pariwisata dan Purbakala, Mohamed Abdel Badie, mengatakan koin emas dan perak yang ditemukan para arkeolog berasal dalam periode sejarah yang berbeda.
“Misi arkeologi memulai pekerjaannya di situs tahun lalu di bagian yang terletak tepat di belakang Kuil Esna, sampai ditemukan sejumlah besar koin, termasuk koin emas yang berasal dari era Al-Aziz Billah Bin Al-Mu'izz Li Din Allah Al-Fatimi [seorang penguasa Fatimiyah], dan 286 koin perak yang berasal dari pemerintahan 19 raja dan sultan yang berbeda dari era Mamluk selama periode sejarah yang berbeda.” kata Abdel Badie dikutip dari Al Monitor, Sabtu (24/9/2022).
Anggota Komite Sejarah dan Purbakala Dewan Tertinggi Kebudayaan Mesir, Abdel Rahim Rihan, percaya penemuan arkeologi ini menyoroti peran Esna sebagai kota komersial di era Islam, terutama era Mamluk dan Ottoman.
"Esna memainkan peran beradab di era Fatimiyah, yang dibuktikan dengan penemuan baru-baru ini dari satu koin emas yang berasal dari era Fatimiyah Al-Aziz Billah Bin Al-Mu’izz Li Din Allah Al-Fatimi. Esna juga terkenal dengan Masjid Al-Omari. Plakat peringatan masjid itu memuat 10 baris tulisan Kufi terkemuka yang menyatakan bahwa masjid itu didirikan pada masa Imam Fatimiyah al-Mustansir Billah (429-487 H./1036-1094).
Kota Esna terletak di tepi barat Sungai Nil, 55 kilometer di selatan Luxor, dan di masa lalu dikenal dengan nama yang berbeda, seperti Latopolis dan Senat.
Baca juga: 5 Penemuan Islam yang Diklaim Barat ketika Belum Ada HaKI
Kepala Administrasi Pusat Purbakala Mesir Hulu di Kementerian Pariwisata dan Purbakala, Mohamed Abdel Badie, mengatakan koin emas dan perak yang ditemukan para arkeolog berasal dalam periode sejarah yang berbeda.
“Misi arkeologi memulai pekerjaannya di situs tahun lalu di bagian yang terletak tepat di belakang Kuil Esna, sampai ditemukan sejumlah besar koin, termasuk koin emas yang berasal dari era Al-Aziz Billah Bin Al-Mu'izz Li Din Allah Al-Fatimi [seorang penguasa Fatimiyah], dan 286 koin perak yang berasal dari pemerintahan 19 raja dan sultan yang berbeda dari era Mamluk selama periode sejarah yang berbeda.” kata Abdel Badie dikutip dari Al Monitor, Sabtu (24/9/2022).
Anggota Komite Sejarah dan Purbakala Dewan Tertinggi Kebudayaan Mesir, Abdel Rahim Rihan, percaya penemuan arkeologi ini menyoroti peran Esna sebagai kota komersial di era Islam, terutama era Mamluk dan Ottoman.
"Esna memainkan peran beradab di era Fatimiyah, yang dibuktikan dengan penemuan baru-baru ini dari satu koin emas yang berasal dari era Fatimiyah Al-Aziz Billah Bin Al-Mu’izz Li Din Allah Al-Fatimi. Esna juga terkenal dengan Masjid Al-Omari. Plakat peringatan masjid itu memuat 10 baris tulisan Kufi terkemuka yang menyatakan bahwa masjid itu didirikan pada masa Imam Fatimiyah al-Mustansir Billah (429-487 H./1036-1094).