Wapres: Ekonomi Umat Islam Masih di Posisi Marjinal
Muhajirin
Sabtu, 24 September 2022 - 20:35 WIB
Wakil Presiden RI KH Maruf Amin. Foto: Istimewa
Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, menilai ekonomi umat Islam di Indonesia masih berada di posisi marjinal. Hal tersebut merupakan masalah yang membutuhkan solusi jangkan pendek dan panjang agar umat Islam bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.
"Posisi umat Islam secara ekonomi masih berada di posisi marjinal. Sementara kita semua menyadari kemerdekaan sejati cuma dapat diraih karena umat Islam mampu mandiri secara ekonomi," ujar Ma’ruf Amin dalam pembukaan Muktamar ke-16 Persis di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022).
Baca Juga:Galakkan Transformasi Gerakan Dakwah, Muktamar Persis Dihadiri 1.250 Peserta
Menurut Ma’ruf, ormas Islam di Indonesia bisa mengambil peran penting dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dia mencontohkan Persatuan Islam (Persis) yang telah memiliki basis di seluruh Indonesia.
"Memperhatikan perekonomian nasional yang berupaya pulih dari pandemi, saya berharap Persis dapat merekatkan peran aktif untuk terus berkhidmat dalam dakwah ekonomi. Sebuah ijtihad membawa kemajuan ekonomi bagi seluruh masyarakat muslim di Indonesia," kata KH Ma’ruf.
Selain itu, Ma'ruf Amin menuturkan Muktamar Persis ke-16 harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat Islam. Dengan jaringan yang ada, Persis bisa menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
"Sudah saatnya kita mengukuhkan sikap untuk bersama-sama bangkit, dan membangun kembali ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang berkadilan. Khususnya melalui pemberdayaan UMKM yang saat ini diberi prioritas oleh pemerintah," ucap Wapres.
"Posisi umat Islam secara ekonomi masih berada di posisi marjinal. Sementara kita semua menyadari kemerdekaan sejati cuma dapat diraih karena umat Islam mampu mandiri secara ekonomi," ujar Ma’ruf Amin dalam pembukaan Muktamar ke-16 Persis di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Sabtu (24/9/2022).
Baca Juga:Galakkan Transformasi Gerakan Dakwah, Muktamar Persis Dihadiri 1.250 Peserta
Menurut Ma’ruf, ormas Islam di Indonesia bisa mengambil peran penting dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dia mencontohkan Persatuan Islam (Persis) yang telah memiliki basis di seluruh Indonesia.
"Memperhatikan perekonomian nasional yang berupaya pulih dari pandemi, saya berharap Persis dapat merekatkan peran aktif untuk terus berkhidmat dalam dakwah ekonomi. Sebuah ijtihad membawa kemajuan ekonomi bagi seluruh masyarakat muslim di Indonesia," kata KH Ma’ruf.
Selain itu, Ma'ruf Amin menuturkan Muktamar Persis ke-16 harus menjadi momentum kebangkitan ekonomi umat Islam. Dengan jaringan yang ada, Persis bisa menjadi mitra pemerintah dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan.
"Sudah saatnya kita mengukuhkan sikap untuk bersama-sama bangkit, dan membangun kembali ekonomi dan kesejahteraan rakyat yang berkadilan. Khususnya melalui pemberdayaan UMKM yang saat ini diberi prioritas oleh pemerintah," ucap Wapres.