Duka Mendalam, Anwar Ibrahim Kenang Syekh Yusuf Al-Qaradhawi
Fifiyanti Abdurahman
Selasa, 27 September 2022 - 07:35 WIB
Mantan Wakil PM Malaysia, Dato Seri Anwar Ibrahim dan Syekh Yusuf Al-Qaradhawi. Foto: Twitter/anwaribrahim.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Seri Anwar Ibrahim mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya Syekh Yusuf Al-Qaradhawipada Senin (26/9/2022).
Menurut dia, kehilangan salah seorang mujaddid ulung dunia Islam sepanjang abad lalu ternyata mengesankan umat.
"Saya secara pribadi amat merasa kehilangan. Sumbangan serta legasi yang ditinggalkan membekas di setiap sanubari kaum Muslimin. Semoga Allah SWT memberi tempat dan ganjaran istimewa buat beliau," ujar Anwar Ibrahim dikutip dari akun Twitter pribadinya @anwaribrahim, Selasa (27/9/2022).
Baca juga: Salat Jenazah Syekh Yusuf Qaradhawi akan Dilaksanakan di Masjid Agung Qatar
Selain menyampaikan rasa duka, dia juga menceritakan bagaimana sosok pria kelahiran Shafth Turaab, Mesir pada 9 September 1926 itu di matanya.
Menurut Anwar Ibrahim, Syekh Yusuf Al-Qaradhawi adalah sahabat dan tokoh rujukannya sejak zaman mahasiswa ketika memimpin gerakan Islam. Kemudian, ahli fiqih dan Syekh kontemporer tersebut, tambah Anwar, selalu menyerukan tren wasatiyyah dan sangat menentang tren ghuluw dan mutaa'ssibin.
"Saya juga sering mengundangnya ke Malaysia termasuk ketika saya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri," katanya.
Menurut dia, kehilangan salah seorang mujaddid ulung dunia Islam sepanjang abad lalu ternyata mengesankan umat.
"Saya secara pribadi amat merasa kehilangan. Sumbangan serta legasi yang ditinggalkan membekas di setiap sanubari kaum Muslimin. Semoga Allah SWT memberi tempat dan ganjaran istimewa buat beliau," ujar Anwar Ibrahim dikutip dari akun Twitter pribadinya @anwaribrahim, Selasa (27/9/2022).
Baca juga: Salat Jenazah Syekh Yusuf Qaradhawi akan Dilaksanakan di Masjid Agung Qatar
Selain menyampaikan rasa duka, dia juga menceritakan bagaimana sosok pria kelahiran Shafth Turaab, Mesir pada 9 September 1926 itu di matanya.
Menurut Anwar Ibrahim, Syekh Yusuf Al-Qaradhawi adalah sahabat dan tokoh rujukannya sejak zaman mahasiswa ketika memimpin gerakan Islam. Kemudian, ahli fiqih dan Syekh kontemporer tersebut, tambah Anwar, selalu menyerukan tren wasatiyyah dan sangat menentang tren ghuluw dan mutaa'ssibin.
"Saya juga sering mengundangnya ke Malaysia termasuk ketika saya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri," katanya.