Sejarawan: Syekh Yusuf Al-Qaradhawi Satukan Islam Lewat Ratusan Karya
Fajar adhitya
Selasa, 27 September 2022 - 23:58 WIB
Syekh Yusuf Qaradawi. (Foto: AFP)
Cendikiawan muslim, Tiar Anwar Bachtiar, mengungkapkan bahwa dirinya banyak meneliti karya Syekh Yusuf Al-Qaradhawi. Tiar menilai tulisan-tulisan Al-Qaradhawi menunjukkan keinginan kuat mempersatukan umat Islam.
"Dari interaksi dengan tulisan Al-Qaradhawi, saya menjadi sangat paham bagaimana dia betul-betul ingin mewujudkan penyatuan pemikiran," kata Tiar dalam Siaran Langsung Dari Doha: Shalat Jenazah Dan Takziyah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi oleh Sahabat Al-Aqsha, Selasa (27/9/2022).
Baca Juga:Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, Sosok Ulama Tegas di Hadapan Penguasa
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists) itu mengatakan Syekh Al-Qaradhawi sangat berupaya menyatukan perbedaan pandangan dalam karya-karyanya. Misalnya bagaimana ulama asal Mesir itu menengahi perdebatan tasawuf dan syariat.
"Nah Qaradhawi itu ingin berusaha menengahi. Sebenarnya syariat itu ya perlu tasawuf, dan tasawuf perlu syariat, kemudian beliau menuliskan formulanya bagaimana mencari titik tengahnya," ujar Tiar.
Menurut Tiar, pemikiran semacam inlah yang secara aspek praktis banyak berhasil dalam rangka merajut pemikiran yang saling menegasikan. Contoh lain saat mengulas fiqih salat, Al-Qaradhawi dinilai piawai dalam meramu masalah filosofis dan tuntunan praktis.
Baca Juga: Cerita Tiar Anwar Terjemahkan Khutbah Jumat Sykeh Qaradhawi Menjadi Buku
"Dari interaksi dengan tulisan Al-Qaradhawi, saya menjadi sangat paham bagaimana dia betul-betul ingin mewujudkan penyatuan pemikiran," kata Tiar dalam Siaran Langsung Dari Doha: Shalat Jenazah Dan Takziyah Syaikh Yusuf Al-Qaradhawi oleh Sahabat Al-Aqsha, Selasa (27/9/2022).
Baca Juga:Syekh Yusuf Al-Qaradhawi, Sosok Ulama Tegas di Hadapan Penguasa
Peneliti Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (Insists) itu mengatakan Syekh Al-Qaradhawi sangat berupaya menyatukan perbedaan pandangan dalam karya-karyanya. Misalnya bagaimana ulama asal Mesir itu menengahi perdebatan tasawuf dan syariat.
"Nah Qaradhawi itu ingin berusaha menengahi. Sebenarnya syariat itu ya perlu tasawuf, dan tasawuf perlu syariat, kemudian beliau menuliskan formulanya bagaimana mencari titik tengahnya," ujar Tiar.
Menurut Tiar, pemikiran semacam inlah yang secara aspek praktis banyak berhasil dalam rangka merajut pemikiran yang saling menegasikan. Contoh lain saat mengulas fiqih salat, Al-Qaradhawi dinilai piawai dalam meramu masalah filosofis dan tuntunan praktis.
Baca Juga: Cerita Tiar Anwar Terjemahkan Khutbah Jumat Sykeh Qaradhawi Menjadi Buku