Hari Santri 2022 jadi Momentum Mengembalikan Peran Pondok Pesantren
Fajar adhitya
Rabu, 28 September 2022 - 05:05 WIB
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani. (Foto: Istimewa)
Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan peringatan Hari Santri 2022 di Universitas Islam Negeri KH Abdurrahman Wahid, Pekalongan, Jawa Tengah. Hari Santri menjadi momentum mengembalikan peran dan fungsi pesantren dalam memuliakan manusia.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam pada dasarnya memberikan aksentuasi nilai-nilai humanisme. Nilai kemanusiaan inilah yang juga diteladani dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Baca Juga:Jadi Santri, Polisi di Purwakarta Belajar Islam di Ponpes
"Maka relevan pada hari ini kita ajak kepada seluruh masyarakat bangsa Indonesia mengenang, mengingat, dan meneruskan perjuangan pesantren kita, kesantrian kita," ujar Ali, Selasa (27/9/2022) malam.
Menurutnya, sejarah pesantren telah menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesantren melalui santrinya berhasil menunjukkan prestasi dengan mengisi seluruh strata kehidupan bangsa. "Bahwa pesantren adalah lembaga yang aman dan nyaman buat bangsa kita melakukan proses pemuliaan manusia," kataAli.
Baca Juga:Pesantren Dinilai Mampu Siapkan SDM Berkualitas Hadapi Bonus Demografi
Dalam konteks produk, lanjutnya, pesantren menghasilkan alumni yang mumpuni. Di level kepemimpinan misalnya, Ali menyebut almarhum Gus Dur yang menjadi presiden. Selain itu, ada juga KH Ma’ruf Amin yang menjadi Wakil Presiden saat ini serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani mengatakan bahwa pesantren, perguruan tinggi, dan lembaga pendidikan Islam pada dasarnya memberikan aksentuasi nilai-nilai humanisme. Nilai kemanusiaan inilah yang juga diteladani dari KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Baca Juga:Jadi Santri, Polisi di Purwakarta Belajar Islam di Ponpes
"Maka relevan pada hari ini kita ajak kepada seluruh masyarakat bangsa Indonesia mengenang, mengingat, dan meneruskan perjuangan pesantren kita, kesantrian kita," ujar Ali, Selasa (27/9/2022) malam.
Menurutnya, sejarah pesantren telah menunjukkan kontribusi yang signifikan dalam pemajuan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pesantren melalui santrinya berhasil menunjukkan prestasi dengan mengisi seluruh strata kehidupan bangsa. "Bahwa pesantren adalah lembaga yang aman dan nyaman buat bangsa kita melakukan proses pemuliaan manusia," kataAli.
Baca Juga:Pesantren Dinilai Mampu Siapkan SDM Berkualitas Hadapi Bonus Demografi
Dalam konteks produk, lanjutnya, pesantren menghasilkan alumni yang mumpuni. Di level kepemimpinan misalnya, Ali menyebut almarhum Gus Dur yang menjadi presiden. Selain itu, ada juga KH Ma’ruf Amin yang menjadi Wakil Presiden saat ini serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.