LANGIT7.ID, Garut - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menilai pondok pesantren memiliki peran besar dalam menyiapkan dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia.
Pesantren telah melaksanakan peran tersebut jauh sebelum isu bonus demografi atau
demographic dividend muncul di Tanah Air. Bonus demografi adalah suatu kondisi di mana populasi masyarakat didominasi individu dengan usia produktif, yakni rentang usia 15-64 tahun.
Pada 21 Januari 2021 lalu, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis hasil survei penduduk 2020. Jumlah penduduk Indonesia per-September 2020 sebanyak 270,20 juta jiwa atau bertambah 32,56 juta jiwa dari survei 2010.
Baca Juga: Kontribusi Besar Pesantren, Permudah Masyarakat Akses PendidikanDalam survei tersebut, penduduk Indonesia didominasi usia produktif (15-64 tahun) dengan jumlah mencapai 191,08 jiwa (70,72%). Jumlah itu jauh melampaui penduduk usia muda (0-14 tahun) sebanyak 63,03 juta jiwa (23,33%), dan penduduk lanjut usia (65 tahun ke atas) sebanyak 16,07 juta jiwa (5,95%).
"Fakta sejarah membuktikan bahwa pesantren telah berperan besar dalam pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia generasi bangsa," kata Muhadjir saat menghadiri peresmian Masjid Al-Muhajirin Pondok Pesantren Al-Furqon Muhammadiyah, Cibiuk Garut, Jawa Barat, melalui keterangan pers, Jumat (23/9/2022).
Dia menegaskan, anak muda muslim harus memiliki visi jelas dan cita-cita besar sebagai penerus generasi bangsa di masa depan. Dia mengatakan, santri yang saat ini masih menempuh pendidikan akan menentukan arah bangsa dan negara 30 tahun ke depan.
"Pada 2045, kalian yang saat ini masih belia, nanti akan menjadi penentu masa depan Indonesia. Maka dari itu, jangan takut bermimpi besar," kata Muhadjir.
Baca Juga: Alasan di Balik Pesatnya Pertumbuhan Pesantren Muhammadiyah
Para santri yang punya mimpi besar akan memiliki motivasi untuk sukses yang tak kalah besar. Itu diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM di masa depan. Motivasi itu penting untuk melahirkan SDM unggul dan mampu bersaing secara global.
Melihat eksistensi dan peran pesantren dalam pembangunan SDM bangsa, Muhadjir berharap pesantren bisa menjadi salah satu pusat peradaban muslim di Indonesia. Maka itu, pesantren harus selalu ditingkatkan.
"Pondok pesantren harus tetap berperan, berdampingan dan bersinergi dengan lembaga-lembaga pendidikan lainnya." ucapnya.
Baca Juga: Gus Mus: Pesantren Sistem Pendidikan Terbaik, Gabungkan Ta'lim dan Tarbiyah
Muhadjir menuturkan, para pengasuh pesantren juga harus memulai memberikan sistem pendidikan yang seimbang dan mengikuti zaman. Era digital menuntut generasi muda melek teknologi, maka santri harus diberi bekal terhadap digital.
"Di era digital, selain ilmu agama, para santri juga harus diberikan ilmu pengetahuan lainnya yang tidak kalah penting. Khususnya STEM, yakni
Science, Technology, Engineering, dan Mathematic," ucap Muhadjir.
(jqf)