Anies Baswedan Resmikan Sekolah Net Zero, Apa Itu?
Fifiyanti Abdurahman
Kamis, 29 September 2022 - 13:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat meresemikan empat sekolah net zero, Rabu (28/9/2022). Foto: Istimewa.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan empat sekolah negeri yang direhabilitasi total sehingga kini berkonsep bangunan rendah emisi ataunet zero, pada Rabu (28/9/2022).
Keempat sekolah tersebut adalah SD Negeri Ragunan 08, SDN Grogol Selatan 09, SDN Duren Sawit 14, dan SMAN 96 Jakarta.Peresmian tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa Jakarta menjadi kota pertama yang memiliki net zero school.
Baca juga: Udara Jakarta Buruk, Warga Diimbau Uji Emisi Kendaraan 6 Bulan Sekali
Lantas, apa itu net zero carbon?
Merujuk dari Kementerian ESDM RI, Kamis (29/9/2022), net zero carbon adalah kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.
Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukannya yakni dengan mengurangi jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan (aktivitas) manusia pada kurun waktu tertentu, atau lebih sering dikenal dengan jejak karbon.
Keempat sekolah tersebut adalah SD Negeri Ragunan 08, SDN Grogol Selatan 09, SDN Duren Sawit 14, dan SMAN 96 Jakarta.Peresmian tersebut sekaligus menjadi tanda bahwa Jakarta menjadi kota pertama yang memiliki net zero school.
Baca juga: Udara Jakarta Buruk, Warga Diimbau Uji Emisi Kendaraan 6 Bulan Sekali
Lantas, apa itu net zero carbon?
Merujuk dari Kementerian ESDM RI, Kamis (29/9/2022), net zero carbon adalah kondisi di mana jumlah emisi karbon yang dilepaskan ke atmosfer tidak melebihi jumlah emisi yang mampu diserap oleh bumi.
Untuk mencapainya diperlukan sebuah transisi dari sistem energi yang digunakan sekarang ke sistem energi bersih guna mencapai kondisi seimbang antara aktivitas manusia dengan keseimbangan alam.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam melakukannya yakni dengan mengurangi jumlah karbon atau gas emisi yang dihasilkan dari berbagai kegiatan (aktivitas) manusia pada kurun waktu tertentu, atau lebih sering dikenal dengan jejak karbon.