PBNU: RSS India Diharap Hapus Kekerasan terhadap Muslim Minoritas
Mahmuda attar hussein
Jum'at, 30 September 2022 - 12:50 WIB
Ilustrasi muslim minoritas di India. (Foto: Istimewa).
PBNU berharap kepesertaan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dalam Forum Agama G20 (R20) berdampak positif. Salah satunya menghapus kekerasan muslim minoritas.
PBNU berharap kepesertaan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dalam Forum Agama G20 (R20) bisa berdampak positif. Salah satunya menghapus kekerasan muslim minoritas.
Wakil Sekrtaris Jenderal PBNU, Muhammad Najib Azca, menjelaskan RSS adalah organisasi yang direkomensasikan pemerintah India sebagai wakil dalam forum R20. Dengan alasan ini pula diharapkan hubungan bilteral Indonesia-India tetap harmonis.
Menurut Najib, kehadiran RSS India justru berdampak positif bagi upaya kerukunan antarumat beragama. Luka-luka sejarah yang terjadi di masa lalu dibicarakan secara jujur guna membangun rekonsiliasi. R20 memang digelar salah satunya untuk membicarakan hal itu.
Baca Juga:PBNU Jelaskan Alasan Undang Organisasi Sayap Kanan India RSS
"Kita ingin agama menjadi bagian dari solusi dalam peradaban. Selama ini, agama justru jadi masalah seperti di India. Kalau mau mencari solusi, diajak bicara pemimpinnya," ujar Najib selaku Juru Bicara R20, Kamis (29/9/2022).
Agenda pembahasan dalam forum R20 ditujukan untuk mencari solusi bersama, yakni: Kepedihan Sejarah, Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan; Mengidentifikasi dan Merangkul Nilai-nilai Mulia yang Bersumber dari Agama dan Peradaban Besar Dunia; Rekontekstualisasi Ajaran Agama yang Usang dan Bermasalah; Mengidentifikasi Nilai-nilai yang Dibutuhkan untuk Mengembangkan dan Menjamin Koeksistensi Damai; serta Ekologi Spiritual.
PBNU berharap kepesertaan Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS) dalam Forum Agama G20 (R20) bisa berdampak positif. Salah satunya menghapus kekerasan muslim minoritas.
Wakil Sekrtaris Jenderal PBNU, Muhammad Najib Azca, menjelaskan RSS adalah organisasi yang direkomensasikan pemerintah India sebagai wakil dalam forum R20. Dengan alasan ini pula diharapkan hubungan bilteral Indonesia-India tetap harmonis.
Menurut Najib, kehadiran RSS India justru berdampak positif bagi upaya kerukunan antarumat beragama. Luka-luka sejarah yang terjadi di masa lalu dibicarakan secara jujur guna membangun rekonsiliasi. R20 memang digelar salah satunya untuk membicarakan hal itu.
Baca Juga:PBNU Jelaskan Alasan Undang Organisasi Sayap Kanan India RSS
"Kita ingin agama menjadi bagian dari solusi dalam peradaban. Selama ini, agama justru jadi masalah seperti di India. Kalau mau mencari solusi, diajak bicara pemimpinnya," ujar Najib selaku Juru Bicara R20, Kamis (29/9/2022).
Agenda pembahasan dalam forum R20 ditujukan untuk mencari solusi bersama, yakni: Kepedihan Sejarah, Pengungkapan Kebenaran, Rekonsiliasi, dan Pengampunan; Mengidentifikasi dan Merangkul Nilai-nilai Mulia yang Bersumber dari Agama dan Peradaban Besar Dunia; Rekontekstualisasi Ajaran Agama yang Usang dan Bermasalah; Mengidentifikasi Nilai-nilai yang Dibutuhkan untuk Mengembangkan dan Menjamin Koeksistensi Damai; serta Ekologi Spiritual.