Sejarah Masjid Jami Matraman, Bekas Markas Pasukan Mataram
Andi Muhammad
Senin, 03 Oktober 2022 - 15:15 WIB
Sejarah Masjid Jami Matraman, Pernah jadi Markas Pasukan Mataram. Foto: Andi Muhammad.
Masjid Jami Matraman merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia. Masjid ini pertama kali berdiri jauh sebelum Indonesia merdeka, yaitu pada tahun 1837 Masehi. Masjid ini menyimpan jejak sejarah yang panjang.
Selain sebagai tempat ibadah, pada tahun 1800-an masjid ini juga menjadi markas pasukan Mataram Islam untuk memantau pergerakan pasukan Belanda. Cerita diawali pada saat itu kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang akrab dipanggil Syekh Kuro.
"Syekh Kuro punya anak namanya Syekh Jafar, menurut cerita mulut ke mulut, Syekh Jafar dulu penguasa Jakarta," kata Takmir Masjid Jami Matraman, H Syamsudin saat ditemui Langit7 di area Masjid di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Senin (3/10/2022).
Singkat cerita, Syekh Jafar pergi Batavia ke daerah Jawa Tengah untuk mensyiarkan agama Islam. Namun saat Syekh Jafar berada di sana, Batavia diserang oleh pasukan Belanda.
Kemudian Syekh Jafar, kata H Syamsudin, meminta bantuan kepada kerajaan Mataram untuk mengirim pasukan ke Batavia. Tepatnya dikumpulkan di satu titik yang kini dikenal sebagai Masjid Jami Matraman. Kala itu, Masjid Jami Matraman merupakan tempat ibadah mungil sebesar musala.
Baca Juga:Ini 5 Daftar Masjid Berada di Kawasan Wisata
"Akhirnya sama Syekh Jafar ditempatkan di sini untuk mengintai Belanda, karena posisinya di sini kalau melihat sungai Ciliwung bagus. Jadi kalau ada musuh datang dihajar," ujarnya.
Selain sebagai tempat ibadah, pada tahun 1800-an masjid ini juga menjadi markas pasukan Mataram Islam untuk memantau pergerakan pasukan Belanda. Cerita diawali pada saat itu kerajaan Mataram dipimpin oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, yang akrab dipanggil Syekh Kuro.
"Syekh Kuro punya anak namanya Syekh Jafar, menurut cerita mulut ke mulut, Syekh Jafar dulu penguasa Jakarta," kata Takmir Masjid Jami Matraman, H Syamsudin saat ditemui Langit7 di area Masjid di bilangan Matraman, Jakarta Timur, Senin (3/10/2022).
Singkat cerita, Syekh Jafar pergi Batavia ke daerah Jawa Tengah untuk mensyiarkan agama Islam. Namun saat Syekh Jafar berada di sana, Batavia diserang oleh pasukan Belanda.
Kemudian Syekh Jafar, kata H Syamsudin, meminta bantuan kepada kerajaan Mataram untuk mengirim pasukan ke Batavia. Tepatnya dikumpulkan di satu titik yang kini dikenal sebagai Masjid Jami Matraman. Kala itu, Masjid Jami Matraman merupakan tempat ibadah mungil sebesar musala.
Baca Juga:Ini 5 Daftar Masjid Berada di Kawasan Wisata
"Akhirnya sama Syekh Jafar ditempatkan di sini untuk mengintai Belanda, karena posisinya di sini kalau melihat sungai Ciliwung bagus. Jadi kalau ada musuh datang dihajar," ujarnya.