Pemilu 2024
PKS Apresiasi Deklarasi Anies sebagai Capres, Penjajakan Koalisi Terus Dilakukan
Fajar adhitya
Senin, 03 Oktober 2022 - 20:35 WIB
Partai NasDem mendeklarasikan Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024. (Foto: Istimewa.)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merespons positif deklarasi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) untuk Pilpres 2024.
Sejauh ini, PKS mengklaim hubungan dengan Partai Nasdem dan Partai Demokrat berjalan baik.
“Semoga keputusan tersebut mendatangkan kebaikan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, Senin (3/10/2022).
PKS memandang figur Anies Baswedan adalah salah satu tokoh nasional yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik. Menurut Syaikhu, Anies memiliki jiwa nasionalis religius, dan berkapasitas untuk memimpin bangsa.
“Mampu menjadi simbol perubahan untuk Indonesia di masa mendatang,” imbuh Syaikhu.
Baca juga:Langkah NasDem Pilih Anies Diyakini jadi Magnet Koalisi
PKS menyatakan menghormati sikap politik Nasdem yang memilih lebih awal untuk mendeklarasikan Bakal Calon Presiden RI. Syaikhu mengatakan ini hal wajar sebab setiap partai politik memiliki mekanisme internal dalam memutuskan sikapnya terkait koalisi dan pencapresan.
Sejauh ini, PKS mengklaim hubungan dengan Partai Nasdem dan Partai Demokrat berjalan baik.
“Semoga keputusan tersebut mendatangkan kebaikan untuk kemajuan bangsa Indonesia,” kata Presiden PKS, Ahmad Syaikhu, Senin (3/10/2022).
PKS memandang figur Anies Baswedan adalah salah satu tokoh nasional yang memiliki rekam jejak kepemimpinan yang baik. Menurut Syaikhu, Anies memiliki jiwa nasionalis religius, dan berkapasitas untuk memimpin bangsa.
“Mampu menjadi simbol perubahan untuk Indonesia di masa mendatang,” imbuh Syaikhu.
Baca juga:Langkah NasDem Pilih Anies Diyakini jadi Magnet Koalisi
PKS menyatakan menghormati sikap politik Nasdem yang memilih lebih awal untuk mendeklarasikan Bakal Calon Presiden RI. Syaikhu mengatakan ini hal wajar sebab setiap partai politik memiliki mekanisme internal dalam memutuskan sikapnya terkait koalisi dan pencapresan.