Sulsel Capai Nilai Ekspor USD 614 Juta ke Lima Negara
Andi amriani
Senin, 16 Agustus 2021 - 08:19 WIB
Pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Sulawesi Selatan (foto: Humas Pemprov Sulsel)
Tingginya ekspor menjadi salah satu aspek yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Selatan. Total nilai ekspor Sulsel selama semester satu atau periode Bulan Januari hingga Juni tahun 2021, sebesar USD 614 juta.
Kepala Badan Pusat Status (BPS) Sulsel, Suntono, mengatakan, sebagian besar ekspor di Bulan Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia.
Selama Triwulan II Tahun 2021 atau periode Bulan April hingga Juni, terjadi peningkatan aktivitas bongkar muat barang dalam negeri di Pelabuhan Makassar.
Sementara, lima kelompok komoditas utama yang diekspor Provinsi Sulsel pada Juni 2021 adalah Nikel (61,86 persen), Biji-Bijian Berminyak (10,07 persen), Garam, Belerang, dan Kapur (8,04 persen), Besi dan Baja (7,31 persen), serta Lak, Getah dan Damar (3,11 persen).
Neraca Perdagangan Sulsel pada Juni 2021, nilai kondisi ekspor USD 101,85 juta sedangkan impor sebesar USD 58,56 juta, sehingga mengalami surplus sebesar USD 43,29 Juta.
Menurut Suntono, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y) menjadi pencapaian yang baik bagi Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat, sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel sempat mengalami kontraksi.
Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya pada komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian.
Kepala Badan Pusat Status (BPS) Sulsel, Suntono, mengatakan, sebagian besar ekspor di Bulan Juni 2021 ditujukan ke negara Jepang, Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Australia.
Selama Triwulan II Tahun 2021 atau periode Bulan April hingga Juni, terjadi peningkatan aktivitas bongkar muat barang dalam negeri di Pelabuhan Makassar.
Sementara, lima kelompok komoditas utama yang diekspor Provinsi Sulsel pada Juni 2021 adalah Nikel (61,86 persen), Biji-Bijian Berminyak (10,07 persen), Garam, Belerang, dan Kapur (8,04 persen), Besi dan Baja (7,31 persen), serta Lak, Getah dan Damar (3,11 persen).
Neraca Perdagangan Sulsel pada Juni 2021, nilai kondisi ekspor USD 101,85 juta sedangkan impor sebesar USD 58,56 juta, sehingga mengalami surplus sebesar USD 43,29 Juta.
Menurut Suntono, pertumbuhan ekonomi pada Triwulan II Tahun 2021 tumbuh sebesar 7,66 persen (y-on-y) menjadi pencapaian yang baik bagi Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman. Mengingat, sejak pandemi Covid-19, perekonomian Sulsel sempat mengalami kontraksi.
Terpisah, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, merasa bersyukur atas pencapian ekspor yang kian meningkat. Khususnya pada komoditi hasil pertanian. Hal ini sangat dimungkinkan, mengingat Sulsel kaya akan hasil pertanian.