Kuatkan Ikhtiar Hadapi Pandemi, Bakomubin Jabar Gelar Munajat Akbar
Ahmad zuhdi
Senin, 16 Agustus 2021 - 13:29 WIB
Ilustrasi munajat akbar hadapi Covid-19. Foto: Langit7/Istock
Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Jawa Barat (Jabar) menggelar Munajat Akbar secara virtual. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir, tausiah, dan doa bersama para ulama dan umara.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) bersama ulama dan umara menyampaikan, Munajat Akbar bertujuan untuk menguatkan ikhtiar melalui benteng doa para ulama dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini khususnya di Jabar.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doa para ulama ini agar kita bisa melalui segala cobaan dan kembali seperti yang kita harapkan," kata Emil melalui keterangan yang diterima LANGIT7.ID, Senin (16/8).
Baca juga:Pemerintah Bebaskan PNBP Uji Validitas Tes Antigen
Pada kesempatan itu, Emil mengajak para ulama dan kiai untuk mengedukasi warga bahwa yang harus diutamakan adalah menghindari kemudaratan sebelum mencari kebaikan. Dengan pesan bijak dari para ulama tersebut, ia berharap warga bisa memahami maksud kebijakan pemerintah dalam membatasi mobilitas yang semata-mata hanya untuk melindungi masyarakat.
"Kalau ada buah durian bersebalahan dengan sarang tawon tentu syariat mengatakan kita harus membereskan dulu kebahayaan baru setelah itu kita ambil kebaikan," katanya.
Dua hari menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-76, doa juga dipanjatkan untuk kebaikan bangsa Indonesia. Terlebih Indonesia kini tengah berjuang menghadapi situasi pandemi Covid-19. Dalam momentum kemerdekaan RI, Emil berharap suatu hari nanti akan ada proklamasi kemerdekaan dari pandemi Covid-19.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) bersama ulama dan umara menyampaikan, Munajat Akbar bertujuan untuk menguatkan ikhtiar melalui benteng doa para ulama dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini khususnya di Jabar.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doa para ulama ini agar kita bisa melalui segala cobaan dan kembali seperti yang kita harapkan," kata Emil melalui keterangan yang diterima LANGIT7.ID, Senin (16/8).
Baca juga:Pemerintah Bebaskan PNBP Uji Validitas Tes Antigen
Pada kesempatan itu, Emil mengajak para ulama dan kiai untuk mengedukasi warga bahwa yang harus diutamakan adalah menghindari kemudaratan sebelum mencari kebaikan. Dengan pesan bijak dari para ulama tersebut, ia berharap warga bisa memahami maksud kebijakan pemerintah dalam membatasi mobilitas yang semata-mata hanya untuk melindungi masyarakat.
"Kalau ada buah durian bersebalahan dengan sarang tawon tentu syariat mengatakan kita harus membereskan dulu kebahayaan baru setelah itu kita ambil kebaikan," katanya.
Dua hari menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-76, doa juga dipanjatkan untuk kebaikan bangsa Indonesia. Terlebih Indonesia kini tengah berjuang menghadapi situasi pandemi Covid-19. Dalam momentum kemerdekaan RI, Emil berharap suatu hari nanti akan ada proklamasi kemerdekaan dari pandemi Covid-19.