LANGIT7.ID, Jakarta - Badan Koordinasi Mubaligh Indonesia (Bakomubin) Jawa Barat (Jabar) menggelar Munajat Akbar secara virtual. Kegiatan tersebut diisi dengan zikir, tausiah, dan doa bersama para ulama dan umara.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Emil) bersama ulama dan umara menyampaikan, Munajat Akbar bertujuan untuk menguatkan ikhtiar melalui benteng doa para ulama dalam menghadapi situasi yang terjadi saat ini khususnya di Jabar.
"Semoga Allah SWT mengabulkan doa para ulama ini agar kita bisa melalui segala cobaan dan kembali seperti yang kita harapkan," kata Emil melalui keterangan yang diterima LANGIT7.ID, Senin (16/8).
Baca juga: Pemerintah Bebaskan PNBP Uji Validitas Tes AntigenPada kesempatan itu, Emil mengajak para ulama dan kiai untuk mengedukasi warga bahwa yang harus diutamakan adalah menghindari kemudaratan sebelum mencari kebaikan. Dengan pesan bijak dari para ulama tersebut, ia berharap warga bisa memahami maksud kebijakan pemerintah dalam membatasi mobilitas yang semata-mata hanya untuk melindungi masyarakat.
"Kalau ada buah durian bersebalahan dengan sarang tawon tentu syariat mengatakan kita harus membereskan dulu kebahayaan baru setelah itu kita ambil kebaikan," katanya.
Dua hari menjelang peringatan kemerdekaan RI ke-76, doa juga dipanjatkan untuk kebaikan bangsa Indonesia. Terlebih Indonesia kini tengah berjuang menghadapi situasi pandemi Covid-19. Dalam momentum kemerdekaan RI, Emil berharap suatu hari nanti akan ada proklamasi kemerdekaan dari pandemi Covid-19.
"Kita doakan suatu hari nanti akan ada proklamasi kemerdekaan dari pandemi yang akan diumumkan oleh pimpinan negara," ucapnya.
Dalam acara tersebut, Emil juga mengatakan bahwa penanganan Covid-19 di Jabar terus membaik. Hal itu terlihat dari tingkat keterisian rumah sakit rujukan Covid-19 di Jabar yang terus menurun. Saat ini, tingkat keterisian di Jabar berada di angka 33 persen. Jumlah pasien sembuh pun terus bertambah.
"Kami sudah melewati masa kedaruratan, kondisi pandemi sudah turun tidak lagi pada level puncak seperti bulan lalu," tuturnya.
Baca juga: Negara Hadir untuk Semua Anak Kehilangan Orang Tua akibat Covid-19Menurut Kang Emil, penanganan Covid-19 yang terus membaik harus disertai dengan percepatan dan perluasan vaksinasi Covid-19. Hal itu dilakukan agar kekebalan komunal atau herd immunity dapat terbentuk akhir 2021.
"Kita sudah memulai program tiga juta vaksinasi untuk para santri, kiai, dan ulama yang ada di pesantren seluruh Jabar semata-mata karena perlindungan kami kepada dakwah islam," katanya.
(zul)