langit7-surabaya,- - Mendapatkan keturunan dari sebuah perkawinan menjadi dambaan setiap pasangan suami istri (pasutri). Namun, impian itu tak bisa diraih jika Allah SWT belum menghendakinya.
Demi mewujudkan semua itu, ikhtiar wajib dilakukan. Seperti yang dilakukan sekitar 1.000 pasutri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya (MAS), Minggu (4/8/2024).
Para pasutri pejuang garis dua tersebut mengikuti doa bersama bersama Habib Husein Ja’far. Doa ini sebagai ikhtiar mendapatkan buah hati.
Ratusan pasangan suami istri mengikuti Doa Akbar Pejuang Dua Garis di Masjid Al Akbar Surabaya.
Acara yang bertajuk “Doa Akbar Pejuang Dua Garis” itu digelar oleh Asha IVF Indonesia dan Rumah Sakit PHC Surabaya.
Habib Jafar, sapaan akrab Husein Ja’far menyebut, kunci meraih impian tersebut ada dua, berusaha dan berdoa.
Dia mengatakan, beberapa nabi dan rasul pendahulu juga ada yang mendapat ujian kesulitan memiliki anak.
“Bahkan, Nabi Zakariya baru memiliki anak ketika dia berusia lebih dari 80 tahun,” terangnya kepada para pasutri yang mengikuti kegiatan di Grand Ballroom As Shofa Masjid Al-Akbar Surabaya.
Saat itu, lanjut Habib Jafar, Nabi Zakariya juga memakai cara mengasuh anak orang lain. Cara itu yang sampai sekarang juga dilakukan banyak pasangan suami-istri, ketika mereka belum memiliki anak.
“Jadi, sebenarnya kita ini meniru usaha yang dulu pernah dilakukan nabi, ditambah dengan bantuan teknologi modern sebagai usaha untuk memiliki buah hati,” ungkapnya.
Habib Jafar mengungkapkan, doa bersama dilakukan karena dia meyakini doa para peserta yang hadir itu bisa saling mengisi hingga menjadi sempurna di hadapan Allah SWT.
“Karena kata Nabi Muhammad SAW, tangan Allah selalu mengikuti dalam orang-orang yang berkumpul untuk kebaikan. Nah sekarang, kita semua sedang berkumpul dengan niat yang baik untuk mendapatkan putra dan putri,” jelasnya.
Direktur RS Ridhoka Salma Bekasi, Roziana GhaniSalah satu undangan yang hadir adalah Direktur RS Ridhoka Salma Bekasi, Roziana Ghani. Dia merasa senang berkesempatan hadir di acara ini.
“Setidaknya Rumah Sakit Ridhoka Salma bisa menghadiri acara ini. Tentu banyak hal yang bis akita peroleh, termasuk pencerahan bagi kita,” katanya.
Dia mengatakan, dengan mengikuti acara ini, semakin memantapkan program bayi tabung secara syariah. “Manfaat lain yang kami peroleh adalah membangun jaringan dengan rumah sakit yang lain,: tuturnya.
(ori)