LANGIT7.ID-Banyak orang menanti rezeki seperti menanti hujan di musim kemarau. Duduk diam, menatap langit, berharap tetesnya turun. Padahal, rezeki bukan seperti hujan yang ditunggu, tapi seperti mata air yang harus dicari. Ia tidak datang kepada yang berpangku tangan, tapi kepada yang melangkah dengan keyakinan.
Rezeki adalah janji Allah. Tapi janji itu diberikan kepada yang berusaha, bukan hanya berdoa. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman, *“Maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah dari rezeki-Nya.”* (QS. Al-Mulk: 15). Lihatlah, kata yang digunakan adalah “berjalanlah”. Artinya, ada gerak, ada ikhtiar.
Mereka yang hari ini berani berdagang, berani berinovasi, berani menawarkan kebaikan lewat produk atau jasa — sejatinya sedang menjemput janji Allah. Mereka tidak sedang mencari dunia semata, tapi sedang menjalankan sunnatullah: bahwa rezeki datang lewat tangan-tangan yang bekerja.
Namun jangan lupa, ikhtiar tanpa keberkahan hanyalah kerja keras tanpa arah. Maka, bersihkan niat, kuatkan doa, dan siram setiap langkah dengan sedekah. Karena sedekah bukan sekadar memberi, tapi memperlancar jalan datangnya rezeki. Ia seperti oli bagi mesin kehidupan — membuat setiap pergerakan jadi lebih lembut, lancar, dan berumur panjang.
Rezeki itu milik Allah, tapi cara menjemputnya ada pada kita. Bergeraklah. Karena diam adalah tanda pasrah yang keliru, sedang bergerak adalah bentuk tawakal yang sejati.(*/saf/komunitas QM)
(lam)