home global news

Tutup P20 Summit, Puan Sebut Semua Parlemen Komitmen Atasi Krisis Global

Jum'at, 07 Oktober 2022 - 18:35 WIB
Ketua DPR RI, Puan Maharani dalam konferensi persnya saat P20 Summit di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta. (Foto: DPR RI)
Ketua DPR RI, Puan Maharani secara resmi menutup perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speaker's Summit (P20). Perhelatan yang digelar selama dua hari itu menghasilkan suatu babak baru dalam mengatasi berbagai permasalahan global melalui penguatan multilateralisme.

Puan mengatakan, para parlemen dunia sepakat bahwa penguatan peran parlemen merupakan solusi dalam menghadapi situasi global yang sulit. "Sesuai tema yang diusung yaitu Stronger Parliament for Sustainable Recovery, para pemimpin parlemen negara-negara anggota G20 sepakat untuk terus meningkatkan peran parlemen pada tataran global," kata Puan dalam pidato penutupan P20 di Gedung Nusantara DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (7/10/2022).

Baca Juga:Puan Optimistis P20 Berdampak Positif untuk Pariwisata Indonesia

Selama dua hari diskusi, lanjut Puan, para pemimpin parlemen membahas isu-isu prioritas seperti pembangunan berkelanjutan, green economy, ketahanan pangan dan energi serta tantangan ekonomi, hingga kesetaraan gender. P20 Summit juga menghasilkan outcome document berupa Chair's Summary yang menggarisbawahi beberapa hal penting.

"Diantaranya yakni multilateralisme merupakan kanal paling efektif untuk mengatasi ragam tantangan global bersama, lalu perang dan konflik bersenjata merupakan ancaman atas keamanan dan tatanan global serta membawa dampak negatif terhadap ketahanan pangan, ketahanan energi, dan perekonomian global. Kemudian mendesak negara-negara G20 untuk melipatgandakan upaya dalam mengatasi perbedaan, mempromosikan perdamaian, dan memperkuat pemulihan ekonomi," ujar Puan.

Hal penting lainnya yang digaris bawahi dalam Chair's Summary P20 adalah perlunya sarana pembiayaan yang efektif dan inovatif, termasuk keuangan campuran untuk membantu mempersempit kesenjangan keuangan, SDG’s dan perlunya ekonomi digital yang inklusif, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif. Selain itu juga memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi harus sejalan dengan penanganan perubahan iklim.

"Pentingnya realisasi komitmen negara-negara maju untuk segera memenuhi target 100 miliar dolar AS per tahun hingga 2025 serta komitmen untuk transfer teknologi ke negara-negara berkembang. Kemudian, urgensi kesetaraan gender yang dapat mewujudkan kemakmuran yang lebih besar dan pembangunan berkelanjutan untuk semua," lanjut Puan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
krisis puan maharani dpr ri forum g20
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya