Pesan Muhammadiyah di Momen Maulid Nabi: Teladani Rasulullah Jayakan Peradaban
Muhajirin
Sabtu, 08 Oktober 2022 - 16:35 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof. Dr. KH. Haedar Nashir (foto: instagram/@haedarnashir)
Di momen Maulid Nabi Muhammad SAW12 Rabiul Awal 1444 Hijriah, Ketua Umum PPMuhammadiyah, Prof. Dr. KH. Haedar Nashir, menyampaikan bahwa, Nabi Muhammad SAW adalah pembangun peradaban utama. Allah menjuluki Rasulullah sebagai Ahmad, simbol dan role-model segala keterpujian.
“Lahir di Makkah wafat di Madinah kota peradaban. Mengenang kelahiran dan sejarah hidupnya bertabur hikmah dan tarbiyah. Para pengikutnya mesti mengikuti sunnahnya mewujudkan Islam dalam realitas kehidupan,” kata Haedar melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/10/2022).
Menurut Haedar, memperingati maulid nabi bukan sekadar perayaan semata. Tapi, lebih dari itu. Orang yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad harus mengamalkan ajaran di dunia nyata, bukan dalam retorika dan kemewahan kata-kata.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat: Indonesia Alami Krisis dalam Ber-Muhammadiyah
“Muhammad adalah uswah hasanah segala kehidupan. Jiwanya dibersihkan Malaikat penanda mutiara kemaksuman. Tutur katanya lembut pancaran kemuliaan. Akhlaknya agung dipersaksikan Tuhan. Seluruh tindakannya Al-Quran, ujar Aisyah sang istri teladan,” ungkap Haedar.
Haedar mengatakan, Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul penutup akhir zaman. Beliau membawa misi menyempurnakan akhlak mulia dan menebar rahmat bagi semesta alam.
“Lahir di Makkah wafat di Madinah kota peradaban. Mengenang kelahiran dan sejarah hidupnya bertabur hikmah dan tarbiyah. Para pengikutnya mesti mengikuti sunnahnya mewujudkan Islam dalam realitas kehidupan,” kata Haedar melalui keterangan tertulis, Sabtu (8/10/2022).
Menurut Haedar, memperingati maulid nabi bukan sekadar perayaan semata. Tapi, lebih dari itu. Orang yang mengaku cinta kepada Nabi Muhammad harus mengamalkan ajaran di dunia nyata, bukan dalam retorika dan kemewahan kata-kata.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat: Indonesia Alami Krisis dalam Ber-Muhammadiyah
“Muhammad adalah uswah hasanah segala kehidupan. Jiwanya dibersihkan Malaikat penanda mutiara kemaksuman. Tutur katanya lembut pancaran kemuliaan. Akhlaknya agung dipersaksikan Tuhan. Seluruh tindakannya Al-Quran, ujar Aisyah sang istri teladan,” ungkap Haedar.
Haedar mengatakan, Baginda Nabi Muhammad SAW merupakan nabi dan rasul penutup akhir zaman. Beliau membawa misi menyempurnakan akhlak mulia dan menebar rahmat bagi semesta alam.