Punkajian Bekasi, Sempat Dipandang Sebelah Mata Kini jadi Muslim Taat
Muhammad Hamzah Aryanto
Selasa, 06 Juli 2021 - 16:27 WIB
ilustrasi anak punk. (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Komunitas Punk kerap diberi label negatif oleh masyarakat. Kebiasaan hidup dijalanan dan bebas membuat mereka tidak terkontrol. Namun dibalik itu semua, ada komunitas Punkajian Bekasi. Komunitas yang berisi anak-anak punk tetapi doyan mengaji.
Punkajian Bekasi tidak berdiri sendiri. Ada campur tangan dari Komunitas Hijrah yang diketuai Rizki Agung Kurniawan yang memiliki program unik yaitu berdakwah di kalangan anak-anak Punk.
“Alhamdulillah, Allah kasih jalan kepada kami. Ini tugas kami untuk memperbaiki nama Punk yang berandalan ke Punk yang taat agama. Program dasar kami adalah mengajarkan teman-teman mengaji dan mengingatkan Shalat,” ujar Rizki kepada LANGIT7.ID.
Lewat Komunitas Hijrah, anak-anak punk ini diajari shalat dan mengaji. Tak mudah memang. Bahkan penolakan demi penolakan kerap mereka dapatkan. Tetapi, mereka terus mencari jalan untuk masuk dengan motto “Proses Menjadi Baik”.
“Syukur Alhamdulillah, motto itu diterima oleh anak-anak ini. Pada dasarnya kami hanya ingin menunjukkan kemasyarakat bahwa anak-anak punk ini sama seperti lainnya. Mereka hanya ingin taat kepada Allah. Ke masjid pun karena Allah,” tuturnya.
Jerih payah Ridho bisa dikatakan berhasil. Sejak 2016, Punkajian Bekasi lebih dikenal masyarakat sebagai komunitas hijrah, perkumpulan anak-anak pengajian.
Hal itu dibuktikan pada program yang dijalani. Selain dakwah dan mengaji, Punkajian Bekasi juga memiliki program kemanusiaan. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas Punkajian Bekasi selalu menggelar Jumat Berkah dengan membagikan nasi, jus, dan makanan lainnya dari masjid ke masjid.
Punkajian Bekasi tidak berdiri sendiri. Ada campur tangan dari Komunitas Hijrah yang diketuai Rizki Agung Kurniawan yang memiliki program unik yaitu berdakwah di kalangan anak-anak Punk.
“Alhamdulillah, Allah kasih jalan kepada kami. Ini tugas kami untuk memperbaiki nama Punk yang berandalan ke Punk yang taat agama. Program dasar kami adalah mengajarkan teman-teman mengaji dan mengingatkan Shalat,” ujar Rizki kepada LANGIT7.ID.
Lewat Komunitas Hijrah, anak-anak punk ini diajari shalat dan mengaji. Tak mudah memang. Bahkan penolakan demi penolakan kerap mereka dapatkan. Tetapi, mereka terus mencari jalan untuk masuk dengan motto “Proses Menjadi Baik”.
“Syukur Alhamdulillah, motto itu diterima oleh anak-anak ini. Pada dasarnya kami hanya ingin menunjukkan kemasyarakat bahwa anak-anak punk ini sama seperti lainnya. Mereka hanya ingin taat kepada Allah. Ke masjid pun karena Allah,” tuturnya.
Jerih payah Ridho bisa dikatakan berhasil. Sejak 2016, Punkajian Bekasi lebih dikenal masyarakat sebagai komunitas hijrah, perkumpulan anak-anak pengajian.
Hal itu dibuktikan pada program yang dijalani. Selain dakwah dan mengaji, Punkajian Bekasi juga memiliki program kemanusiaan. Sebelum pandemi Covid-19, komunitas Punkajian Bekasi selalu menggelar Jumat Berkah dengan membagikan nasi, jus, dan makanan lainnya dari masjid ke masjid.