Bukan Lewat Kertas, Begini Cara Cek Ijazah Asli atau Palsu
Fifiyanti Abdurahman
Senin, 10 Oktober 2022 - 14:52 WIB
Ilustrasi. Foto: LANGIT7/iStock
Ijazah menjadi salah satu syarat untuk dapat melanjutkan pendidikan atau melamar pekerjaan. Sejumlah oknum yang tak memiliki ijazah pun kemudian memilih untuk memalsukannya demi memenuhi persyaratan tersebut.
Agar tak tertipu, penting untuk mengetahui keaslian setiap ijazah. Pemerhati pendidikan, Dr. Dirgantara Wicaksono memberitahukan cara mengecek keaslian ijazah.
Baca juga: Curhat Rahmat ke Jokowi: Ingin Gadai Ijazah untuk Modal Usaha
Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengeceknya adalah lewat situs Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Masukkan nama perguruan tinggi, program studi atau jurusan, dan masukkan nama mahasiswa atau nomor induk.
Kemudian, pengguna harus menjawab soal hitungan sederhana sebagai tandaverifikasi. Setelah itu, akan keluar rekam jejak pemilik ijazah seperti tempat menempuhpendidikan, judul penelitian hingga mata kuliah yang pernah diambil.
"Sekarang pengecekannya sementara ini ada di Google lewat pangkalan data perguruan tinggi," ujar Dirgantara atau akrab sapa Bombom kepada Langit7, Senin (10/10/2022).
Sementara, untuk tingkat sekolah seperti SD, SMP dan SMA masih melalui dinas pendidikan setempat, terutama bagi daerah yang belum menerapkan sistem online.
Agar tak tertipu, penting untuk mengetahui keaslian setiap ijazah. Pemerhati pendidikan, Dr. Dirgantara Wicaksono memberitahukan cara mengecek keaslian ijazah.
Baca juga: Curhat Rahmat ke Jokowi: Ingin Gadai Ijazah untuk Modal Usaha
Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk mengeceknya adalah lewat situs Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Masukkan nama perguruan tinggi, program studi atau jurusan, dan masukkan nama mahasiswa atau nomor induk.
Kemudian, pengguna harus menjawab soal hitungan sederhana sebagai tandaverifikasi. Setelah itu, akan keluar rekam jejak pemilik ijazah seperti tempat menempuhpendidikan, judul penelitian hingga mata kuliah yang pernah diambil.
"Sekarang pengecekannya sementara ini ada di Google lewat pangkalan data perguruan tinggi," ujar Dirgantara atau akrab sapa Bombom kepada Langit7, Senin (10/10/2022).
Sementara, untuk tingkat sekolah seperti SD, SMP dan SMA masih melalui dinas pendidikan setempat, terutama bagi daerah yang belum menerapkan sistem online.