Mundur dari PM Malaysia, Muhyiddin: 6 Tahun Lalu Saya Dipecat
Ahmad zuhdi
Senin, 16 Agustus 2021 - 19:01 WIB
PM Malaysia Muhyiddin Yassin melambaikan tangan dari dalam mobilnya (Foto file - Anadolu Agency)
Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin akhirnya mengundurkan diri dari jabatannya. Dia tidak merasa kehilangan kursinya, namun ia kehilangan kepercayaan sehingga harus memutuskan untuk mundur. Meski, dia kembali ditunjuk sebagai caretakersampai pelantikan perdana menteri baru.
Apa yang dialami itu, Muhyiddin mengatakan yang terjadi adalah takdir Allah SWT. Kehendak Allah menjadi sebuah episode dalam sejarah perjuangan politiknya.
"Enam tahun lalu, saya dipecat dari jabatan Deputi Perdana Menteri hanya karena saya membela prinsip nonkompromi dalam kasus penggelapan 1MDB. Saya berjuang, saya berkorban, akhirnya Allah SWT mengangkat harkat dan martabat perjuanganku sampai saya dipercaya memimpin negara sebagai Perdana Menteri. Namun, telah ditakdirkan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Perdana Menteri dan saya puas dengan ketentuan Ilahi," katanya dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Malaysia Putrajaya, Senin (16/8).
Muhyiddin mengatakan posisi yang dia pegang bukan suatu keagungan karena dirinya memimpin negara dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sedangkan pada saat yang sama dirinya terus diancam secara politik.
"Saya dapat mengambil jalan keluar yang mudah dengan mengorbankan prinsip saya untuk tetap menjadi Perdana Menteri. Tapi bukan itu pilihan saya. Saya tidak akan pernah bersekongkol dengan kelompok kleptokrasi, mengganggu independensi peradilan dan mencampuri Konstitusi Federal hanya untuk tetap berkuasa," katanya.
Dia pun mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Pemerintah Perikatan Nasional setidaknya sampai menyelesaikan tugas pandemi, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi. Namun usaha itu tidak berhasil karena ada pihak yang rakus untuk merebut kekuasaan, bukannya mengutamakan nyawa dan kehidupan rakyat.
"Saya telah berbicara kepada Yang di-Pertuan Agong pukul 12.30 siang tadi di Istana Negara. Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai perdana menteri dan seluruh kabinet berdasarkan Pasal 43 (4) Konstitusi Federal karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR. Artinya saya dan anggota kabinet lainnya sudah mengundurkan diri," katanya.
Apa yang dialami itu, Muhyiddin mengatakan yang terjadi adalah takdir Allah SWT. Kehendak Allah menjadi sebuah episode dalam sejarah perjuangan politiknya.
"Enam tahun lalu, saya dipecat dari jabatan Deputi Perdana Menteri hanya karena saya membela prinsip nonkompromi dalam kasus penggelapan 1MDB. Saya berjuang, saya berkorban, akhirnya Allah SWT mengangkat harkat dan martabat perjuanganku sampai saya dipercaya memimpin negara sebagai Perdana Menteri. Namun, telah ditakdirkan bahwa hari ini adalah hari terakhir saya sebagai Perdana Menteri dan saya puas dengan ketentuan Ilahi," katanya dalam pidato khusus di Kantor Perdana Menteri Malaysia Putrajaya, Senin (16/8).
Muhyiddin mengatakan posisi yang dia pegang bukan suatu keagungan karena dirinya memimpin negara dalam keadaan krisis kesehatan dan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya sedangkan pada saat yang sama dirinya terus diancam secara politik.
"Saya dapat mengambil jalan keluar yang mudah dengan mengorbankan prinsip saya untuk tetap menjadi Perdana Menteri. Tapi bukan itu pilihan saya. Saya tidak akan pernah bersekongkol dengan kelompok kleptokrasi, mengganggu independensi peradilan dan mencampuri Konstitusi Federal hanya untuk tetap berkuasa," katanya.
Dia pun mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan Pemerintah Perikatan Nasional setidaknya sampai menyelesaikan tugas pandemi, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi. Namun usaha itu tidak berhasil karena ada pihak yang rakus untuk merebut kekuasaan, bukannya mengutamakan nyawa dan kehidupan rakyat.
"Saya telah berbicara kepada Yang di-Pertuan Agong pukul 12.30 siang tadi di Istana Negara. Saya menyerahkan surat pengunduran diri saya sebagai perdana menteri dan seluruh kabinet berdasarkan Pasal 43 (4) Konstitusi Federal karena saya telah kehilangan kepercayaan mayoritas anggota DPR. Artinya saya dan anggota kabinet lainnya sudah mengundurkan diri," katanya.