Cegah Varian Delta, Arab Saudi Ingatkan Vaksinasi untuk Anak Penting
Garry Talentedo Kesawa
Selasa, 06 Juli 2021 - 19:27 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak. Foto: Langit7.id/iStock
Otoritas kesehatan Arab Saudi mendesak peran orang tua dalam mengatur anak-anak berusia 12 tahun agar mengikuti program vaksinasi. Pasalnya, varian Covid-19 Delta diyakini lebih mudah menular.
Seperti dilansir Arabnews, Ahad (4/7/2021), Kementerian Kesehatan (MOH)melalui juru bicara Kemenkes Dr Mohammed Al Abd Al Aly mengatakan, vaksin sangat penting untuk anak-anak dan melindungi diri dari varian Delta yang amat berbahaya. "Terlepas dari mutasi varian delta yang kian mengkhawatirkan, pemberian vaksin sangat efektif dalam melindungi anak-anak dari varian berbahaya," kata Al Aly.
Dalam konferensi pers tersebut, Al Aly juga menjawab tentang pandangan anak-anak memiliki sistem kekebalan yang kuat dan terhindar dari Covid-19. Namun, dia menyanggah dan mengatakan anak-anak lebih mudah tertular varian Delta yang saat ini mewabah.
Al Aly menjelaskan, pada umumnya remaja usia 18 atau 12 tahun ke bawah memang kurang rentan terhadap komplikasi ekstrem dibandingkan orang yang lebih tua. Namun, munculnya varian Delta yang terjadi di belahan dunia mengindikasikan siapapun bisa terinfeksi Covid-19.
"Saat ini, kasus pada anak-anak telah terjadi di seluruh dunia. Dan varian Delta mampu menularkan ke pasien yang lebih muda," ujarnya.
Sebagai informasi, kasus Covid-19 varian Delta menyerang kalangan anak-anak di Amerika Serikat. Sejak 17 Juni, jumlah anak-anak yang tertular varian Delta di AS mencapai 14,2 persen dengan tingkat kematian 0,22 persen.
Seperti dilansir Arabnews, Ahad (4/7/2021), Kementerian Kesehatan (MOH)melalui juru bicara Kemenkes Dr Mohammed Al Abd Al Aly mengatakan, vaksin sangat penting untuk anak-anak dan melindungi diri dari varian Delta yang amat berbahaya. "Terlepas dari mutasi varian delta yang kian mengkhawatirkan, pemberian vaksin sangat efektif dalam melindungi anak-anak dari varian berbahaya," kata Al Aly.
Dalam konferensi pers tersebut, Al Aly juga menjawab tentang pandangan anak-anak memiliki sistem kekebalan yang kuat dan terhindar dari Covid-19. Namun, dia menyanggah dan mengatakan anak-anak lebih mudah tertular varian Delta yang saat ini mewabah.
Al Aly menjelaskan, pada umumnya remaja usia 18 atau 12 tahun ke bawah memang kurang rentan terhadap komplikasi ekstrem dibandingkan orang yang lebih tua. Namun, munculnya varian Delta yang terjadi di belahan dunia mengindikasikan siapapun bisa terinfeksi Covid-19.
"Saat ini, kasus pada anak-anak telah terjadi di seluruh dunia. Dan varian Delta mampu menularkan ke pasien yang lebih muda," ujarnya.
Sebagai informasi, kasus Covid-19 varian Delta menyerang kalangan anak-anak di Amerika Serikat. Sejak 17 Juni, jumlah anak-anak yang tertular varian Delta di AS mencapai 14,2 persen dengan tingkat kematian 0,22 persen.
(asf)