home global news

Chatib Basri: Indonesia Tak Akan Resesi tapi Pemerintah Perlu Antisipasi

Rabu, 12 Oktober 2022 - 23:00 WIB
Ekonom Muhammad Chatib Basri (foto: istimewa)
Mantan Menteri Keuangan RI, Muhammad Chatib Basri, menilai Indonesia tidak akan mengalami resesi. Meski begitu, pemerintah Indonesia mesti melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi situasi saat ini.

Menurut dia, ekonomi Indonesia memang masih relatif kuat pada 2022. Perlambatan akan terasa pada 2023. Inflasi di Jerman dan Amerika Serikat memaksa Bank Sentral menaikkan suku bunga.

Kontraksi ekonomi di Amerika Serika dan Eropa akan menurunkan permintaan ekspor global, termasuk China. Ekspor Indonesia akan menurun. Situasi akan diperburuk dengan menurunnya harga komoditas, yang selama ini ‘menyelamatkan’ RI.

Dari jalur perdagangan, resesi global, khususnya perlambatan ekonomi China, akan menurunkan ekspor Indonesia. Namun disisi lain, tensi geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina akan membuat harga batubara relatif tinggi.

Baca Juga:3 Tips Atur Keuangan saat Hadapi Resesi 2023 Mendatang

“Seberapa besar ekspor kita akan terpukul? Tergantung dari net effect (efek bersih) penurunan ekspor akibat resesi global dengan kenaikan harga batu bara akibat perang Russia,” kata Chatib di akun twitter-nya, Rabu (12/10/2022).

Ekonomi senior dari Universitas Indonesia itu mengatakan, dampak resesi global terhadap Indonesia tak akan seburuk dampaknya pada Singapura, atau negara yang berorientasi ekspor. Itu karena porsi ekspor Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) relatif kecil dibanding negara-negara yang berorientasi ekspor.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Topik Terkait :
inflasi krisis ekonomi resesi ekonom chatib basri
Berita Terkait
Berita Lainnya
berita lainnya