TGIPF Minta Ketum dan Exco PSSI Mengundurkan Diri
Muhajirin
Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:44 WIB
Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (foto: istimewa)
Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan, meminta Ketua Umum dan Anggota Komite Eksekutif (Exco) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas tragedi maut di Stadion Kanjuruhan pada 1 Oktober 2022.
Ketua TGIPF, Mohammad Mahfud MD menjelaskan, secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI. Namun, langkah pengunduran diri merupakan bagian dari pertanggungjawaban moral kepada ratusan korban.
“Dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang,” kata Mahfud dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga: TGIPF: Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal di Kanjuruhan
TGIPF juga meminta PSSI melakukan percepatan Kongres atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional, bertanggung jawab, dan bebas dari konflik kepentingan.
“Untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dan menyelamatkan persepakbolaan nasional,” ujar Mahfud.
Ketua TGIPF, Mohammad Mahfud MD menjelaskan, secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI. Namun, langkah pengunduran diri merupakan bagian dari pertanggungjawaban moral kepada ratusan korban.
“Dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang,” kata Mahfud dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (14/10/2022).
Baca Juga: TGIPF: Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal di Kanjuruhan
TGIPF juga meminta PSSI melakukan percepatan Kongres atau menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) untuk menghasilkan kepemimpinan dan kepengurusan PSSI yang berintegritas, profesional, bertanggung jawab, dan bebas dari konflik kepentingan.
“Untuk menjaga keberlangsungan kepengurusan PSSI dan menyelamatkan persepakbolaan nasional,” ujar Mahfud.