Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home global news detail berita

TGIPF: Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal di Kanjuruhan

Muhajirin Jum'at, 14 Oktober 2022 - 15:23 WIB
TGIPF: Gas Air Mata Jadi Penyebab Kematian Massal di Kanjuruhan
Menkopolhukam dan Ketua TGIPF Tragedi Kanjuruhan, Mahfud MD (foto: ANTARA)
LANGIT7.ID, Jakarta - Menko Polhukam, sekaligus Ketua Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Mohammad Mahfud MD menegaskan, penyebab ratusan nyawa meninggal dunia di Stadion Kanjuruhan, Malang pada 1 Oktobter 2022 adalah akibat gas air mata.

“Yang mati dan cacat, serta sekarang kritis dipastikan itu terjadi karena desak-desakan serta ada gas air mata yang disemprotkan. Itu penyebabnya,” kata Mahfud MD dalam laporan Tim gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di Jakarta, Jumat (14/10/2022).

Mahfud menjelaskan, tingkat racun gas air mata itu tengah diteliti oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Namun, dia menegaskan, penyebab utama kematian adalah gas air mata.

Baca Juga: Penolakan PT LIB Ubah Jadwal Laga Berubah jadi Bencana

“Adapun peringkat keberbahayaan pada racun itu sekarang sedang diperiksa oleh BRIN. Tetapi, apapun hasil dari BRIN itu, tidak bisa mengurangi kesimpulan bahwa kematian massal itu terutama disebabkan gas air mata,” ujar Mahfud.

Selain itu, Mahfud mengatakan, berdasarkan 32 CCT di lokasi kejadian, proses terjatuhnya korban jauh lebih mengerikan dibandingkan dengan yang beredar di media sosial.

“Fakta yang kami temukan, korban yang jatuh itu proses jatuhnya korban itu jauh lebih mengerikan dari yang beredar di TV dan medsos, karena kami merekonstruksi dari 32 CCTV yang dimiliki aparat,” kata Mahfud.

Dalam cuplikan yang diambil dari CCTV, banyak suporter saling berdesakan di pintu keluar. Ada yang saling bergandengan agar bisa keluar. Ada pula yang tertinggal, sehingga banyak terinjak-injak.

Baca Juga: Penggunaan Gas Air Mata Kedaluwarsa Bisa Lebih Berbahaya

"Jadi, itu lebih mengerikan dari sekadar semprot mati, semprot mati gitu. Ada yang saling gandengan untuk bisa keluar bersama, satu bisa keluar, yang satu tertinggal, yang di luar balik lagi untuk menolong temannya terinjak-injak mati,” kata Mahfud.

Ada juga yang terlihat diberi bantuan pernafasan. Upaya-upaya itu dilakukan para suporter untuk menyelamatkan nyawa rekannya yang sudah tidak sadarkan diri.

"Ada juga yang memberi bantuan pernafasan, itu karena satunya sudah tidak bisa bernafas, kena semprot juga mati, itu ada di situ, lebih mengerikan daripada yang beredar karena ini CCTV,” kata Mahfud.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)