LANGIT7.ID-, Jakarta - - Eks Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menkopolhukam)
Mahfud MD mengabarkan bahwa dua cucunya menjadi korban keracunan
Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kabar tersebut disampaikan Mahfud MD melalui video "Bereskan Tata Kelola MBG" di kanal Youtube resminya.
Baca juga: Kepala BGN Beberkan Faktor Penyebab Murid Keracunan MBG, Diantaranya SDM Kurang Berpengalaman"Cucu saya juga keracunan. Ya, MBG di Yogyakarta," ungkapnya, dilihat LANGIT7.ID pada Rabu (1/10/2025).
Mahfud mengungkapkan bahwa dua cucunya mengalami
keracunan usai mengonsumi makan siang dari program MBG. Selain cucunya, ada tujuh siswa dari kelas yang sama, mengalami gejala keracunan seperti muntah-muntah.
"Cucu ponakan ya. Saya punya ponakan, ponakan saya tuh punya anak namanya Iksan. Makan siang gratis, ya
masakan bergizi gratis, lalu satu kelas itu depan orang langsung muntah-muntah," jelasnya.
Akibat insiden tersebut, salah satu cucunya harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama empat hari.
Sementara cucunya yang lain, beserta enama siswa lain diizinkan pulang setelah dirawat selama satu hari.
Baca juga: Pemerintah Perketat Standar Program MBG Usai Kasus Keracunan Massal"Enam orang dan kakaknya gitu, kakak yang masih dirawat di rumah sakit itu, habis muntah-muntah sehari disuruh pulang, bisa dirawat di rumah. Tapi yang ini (cucu kedua) sampai empat hari di rumah sakit. Ada dua, iya bersaudara, beda kelas. Di sekolah yang sama," terang Mahfud.
Dalam kesempat tersebut, Mahfud kemudian menyoroti pernyataan
Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kasus
keracunan MBG hanya 0,0017 persen dari 30 juta porsi yang telah disalurkan.
Mahfud menekankan kalau persoalan nyawa dan kesehatan anak-anak tidak bisa dilihat sebagai angka statistik. Ia pun membandingkannya dengan kasus kecelakaan pesawat yang persentasenya sangat kecil namun mendapat perhatian besar.
"Betul itu hanya 0,0017 persen, kata presiden, kecil memang. Tetapi kan juga jutaan pesawat terbang di dunia ini lalu lalang setiap hari, kecelakaan satu saja tidak sampai 0,001 persen, orang ribut. Karena itu menyangkut nyawa, menyangkut kesehatan," kata Mahfud.
Baca juga: Istana Minta Maaf Kasus Keracunan MBG Terulang, Janji Pulihkan KorbanIa pun mendesak agar pemerintah membenahi tata kelola
program MBG untuk mencegah kasus keracunan terulang kembali.
(est)