LANGIT7.ID-, Jakarta - - Video yang menampilkan sepeda
motor listrik berlogo
Badan Gizi Nasional (BGN) beredar luas di media sosial. Kemunculan sepeda motor yang disebut untuk operasional
Makan Bergizi Gratis (MBG) itu memicu beragam reaksi di masyarakat.
Dalam video yang viral di media sosial, terlihat sejumlah truk yang hendak mengirim ratusan
motor listrik berlogo BGN. Kendaraan itu diduga adalah motor listrik Trail Emmo JVX GT dan juga motor listril metik Emmo JVH Max.
Baca juga: BGN: Lebih dari 2,2 Juta Porsi MBG Disalurkan ke Aceh PascabencanaDikutip dari situs resmi Emmo, Emmo JVX GT adalah motor listrik adventure bertenaga hingga 7000 W dengan jarak tempuh 70 km, fast charging 30 persen - 80 persen dalam waktu 1 jam, dan desain tangguh untuk jalan raya maupun off-road.
![Spesifikasi Gahar Motor Listrik BGN: Tenaga 7.000 Watt, Harga Tembus Rp56 Juta]()
Motor trail ini memiliki dimensi panjangnya 2.080 mm, lebar 810 mm, dan tinggi 1.150 mm. Motor yang dibanderol harga Rp56.800.000 ini menggunakan ban berukuran 19 inci (48,26 cm) untuk depannya dan 18 inci (45,72 cm) untuk bagian belakangnya.
Sementara Emmo JVX Max merupakan
skuter listrik modern untuk mobilitas perkotaan.
Dengan kecepatan hingga 90 km/jam, jarak tempuh 70 km, serta baterai 72v 30Ah dengan fitur fast charging, motor ini menawarkan performa bertenaga, aman, dan ramah lingkungan.
Motor listrik metik ini memiliki desain elegan dan sistem rem cakram CBS membuatnya nyaman sekaligus praktis untuk perjalanan sehari-hari. Soal harga, Emmo JVX Max bernilai Rp46.800.000.
Baca juga: MBG Dikritik Publik: Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Salah Sasaran dan Berpotensi MubazirBGN: Motor Listrik Belum Didistribusikan Terkait viralnya motor listrik berlogo BGN, Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 untuk mendukung operasional MBG, khususnya bagi Kepala
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ujar Dadan di Jakarta dalam keterangan resminya, dikutip Rabu (8/4/2026).
Lebih lanjut Dadan menegaskan bahwa motor tersebut belum didistribusikan ke pihak terkait hingga saat ini. Alasan Dadan, kendaraan kendaraan yang telah tersedia masih harus melalui proses administrasi sebagai Barang Milik Negara (BMN) sebelum dapat digunakan.
"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," jelasnya.
Baca juga: Tepis Isu Zakat Digunakan untuk Program MBG, Menag: Tak Boleh di Luar AsnafTerkait informasi yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit, Dadan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.
"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," sebut Dadan.
(est)