Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 21 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

IDAI Kirim Surat Terbuka ke BGN, Soroti Pemberian Sufor Massal di Program MBG

esti setiyowati Kamis, 21 Mei 2026 - 17:49 WIB
IDAI Kirim Surat Terbuka ke BGN, Soroti Pemberian Sufor Massal di Program MBG
Ilustrasi susu formula untuk bayi. Foto: Pexels/thowfiqu barbhbulya.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melayangkan surat terbuka kepada pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kebijakan pembagian susu formula dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Surat tersebut ditujukan kepada Kepala BGN, Dadan Hindayana, beserta jajaran pimpinan lainnya.

Dalam surat yang disampaikan Satgas ASI dan UKK Nutrisi Penyakit Metabolik, IDAI menilai distribusi susu formula secara luas tanpa dasar medis dapat berdampak pada menurunnya praktik pemberian ASI di Indonesia.

Baca juga: Hindari Obat Sirop, IDAI Imbau Nakes Beri Resep Puyer

Padahal, ketika seorang ibu berhenti memberikan ASI, proses untuk kembali menyusui tidak mudah dilakukan.

"Kebijakan distribusi susu formula massa yang berjalan hari ini, tanpa pemeriksaan dokter dan indikasi medis, berisiko membuat ibu-ibu Indonesia berhenti menyusui. Dan begitu seorang ibu berhenti menyusui, hampir tidak ada jalan untuk kembali," demikian pernyataan IDAI, Kamis (21/5/2026).

IDAI menegaskan bahwa bayi-bayi Indonesia belum mampu memperjuangkan hak mereka sendiri, sehingga para dokter anak merasa berkewajiban menyuarakan kepentingan terbaik bagi anak-anak.

"Tidak ada yang menggantikan manfaat utama air susu ibu untuk bayi dan anak kita," lanjutnya.

IDAI menekankan bahwa ASI memiliki manfaat yang tidak tergantikan bagi tumbuh kembang bayi. Organisasi itu mengingatkan bahwa ASI bukan hanya sumber nutrisi, tetapi juga mengandung berbagai komponen penting seperti antibodi, bakteri baik untuk kesehatan usus, serta zat yang mendukung perkembangan otak anak.

Baca juga: IDAI Temukan 131 Kasus Gangguan Ginjal Akut Misterus pada Anak

"ASI bukan sekadar makanan. Di dalamnya ada ratusan hingga ribuan komponen bioaktif yang bekerja melindungi bayi. Zat kekebalan tubuh dari Ibu. Bakteri baik untuk usus. Sinyal pertumbuhan otak." urainya.

Meski mengakui susu formula merupakan hasil teknologi terbaik saat ini, IDAI menegaskan belum ada produk yang mampu sepenuhnya menyamai kandungan biologis ASI.

Karena itu, mereka meminta agar kebijakan yang diterapkan tidak sampai mengurangi hak anak untuk memperoleh ASI.

"Anak-anak kita butuh ASI. Jangan sampai kebijakan kita hari ini membuatnya kehilangan sesuatu yang penting," tegas IDAI.

Selain aspek kesehatan, IDAI juga menyoroti aturan hukum yang berlaku. Mereka mengacu pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 dan Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 yang menyebutkan bahwa pemberian susu formula harus berdasarkan rekomendasi dokter serta indikasi medis tertentu.

"Ini bukan hanya pendapat kami. UU No. 17 Tahun 2023 dan PP No. 28 Tahun 2024 sudah mengatur dengan jelas: Formiula hanya boleh diberikan atas rekomendasi dokter dan indikasi medis," terang IDAI.

Baca juga: Spesifikasi Gahar Motor Listrik BGN: Tenaga 7.000 Watt, Harga Tembus Rp56 Juta

IDAI menambahkan bahwa Kementerian Kesehatan RI sebelumnya juga telah dua kali memberikan peringatan resmi kepada BGN terkait persoalan tersebut.

Melalui surat terbuka ini, IDAI berharap kebijakan distribusi susu formula dalam program MBG dapat segera dievaluasi dan diperbaiki sesuai ketentuan yang berlaku.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 21 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)