Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya Yahya
Hasanah syakim
Rabu, 19 Oktober 2022 - 09:43 WIB
Etika Pergaulan Antara Santri dengan Ulama, Ini Kata Buya Yahya. Foto: Istimewa.
Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan beberapa etika belajar, baik santri kepada ulama ataupun ulama kepada santri.
Menurut dia, etika pertama ialah adanya mahabbah atau rasa cinta di hati dan adab dari santri terhadap ulama. "Harus ada mahabbah dan adab kepada guru, jadi kepada guru harus punya mahabbah dan adab," kata Buya Yahya seperti dikutip Langit7 dalam tayangan akun YouTube Al-Bahjah TV, Rabu (19/10/2022).
Lebih lanjut, Buya Yahya menyebut hal yang sama juga harus dilakukan dari guru kepada murid sehingga bukan hanya murid mempunya adab kepada guru. "Dan guru juga harus punya mahabbah dan adab kepada murid, jadi bukan hanya tok murid punya adab kepada guru," tuturnya.
Buya Yahya juga menceritakan, bagaimana Imam Ahmad memerlakukan para santrinya denga hormat, termasuk saat Imam Ahmad tengah menegur para santrinya dengan kehalusan.
"Imam Ahmad itu kalau sama muridnya hormat banget, kalau menegur itu pelan-pelan menegurnya dengan halus. Gurunya beradab sama murid, maka muridnya harus beradab kepada guru," ujar Buya Yahya.
Menurut dia, jika seseorang menjadi santri maka apa yang harus ada pada dirinya agar ilmu mudah di dapat, tentu dengan adanya mahabbah atau rasa cinta di hatinya kepada sang guru yang ditandai dengan mendo'akan guru.
"Kemudian yang kedua tanda cinta. Makanya kalau kita mempunyai guru siapapun yang mengajar kita walaupun satu ayat biasakan untuk mendo'akan," ujarnya.
Menurut dia, etika pertama ialah adanya mahabbah atau rasa cinta di hati dan adab dari santri terhadap ulama. "Harus ada mahabbah dan adab kepada guru, jadi kepada guru harus punya mahabbah dan adab," kata Buya Yahya seperti dikutip Langit7 dalam tayangan akun YouTube Al-Bahjah TV, Rabu (19/10/2022).
Lebih lanjut, Buya Yahya menyebut hal yang sama juga harus dilakukan dari guru kepada murid sehingga bukan hanya murid mempunya adab kepada guru. "Dan guru juga harus punya mahabbah dan adab kepada murid, jadi bukan hanya tok murid punya adab kepada guru," tuturnya.
Buya Yahya juga menceritakan, bagaimana Imam Ahmad memerlakukan para santrinya denga hormat, termasuk saat Imam Ahmad tengah menegur para santrinya dengan kehalusan.
"Imam Ahmad itu kalau sama muridnya hormat banget, kalau menegur itu pelan-pelan menegurnya dengan halus. Gurunya beradab sama murid, maka muridnya harus beradab kepada guru," ujar Buya Yahya.
Menurut dia, jika seseorang menjadi santri maka apa yang harus ada pada dirinya agar ilmu mudah di dapat, tentu dengan adanya mahabbah atau rasa cinta di hatinya kepada sang guru yang ditandai dengan mendo'akan guru.
"Kemudian yang kedua tanda cinta. Makanya kalau kita mempunyai guru siapapun yang mengajar kita walaupun satu ayat biasakan untuk mendo'akan," ujarnya.