Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Apotek Setop Jual Obat Sirup
Ummu hani
Rabu, 19 Oktober 2022 - 12:25 WIB
Ilustrasi obat sirup. Foto: LANGIT7/iStock
Kasusgangguan ginjal akut misterius yang menyerang anak-anak di Indonesia belakangan kian meningkat. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), gangguan ginjal akut misterius (progressive atypical acute kideny injury) mencapai 152 kasus dari sebelumnya hanya 146.
Kementerian Kesehatanbersama bersama para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor masih dalam pemeriksaan laboratorium untuk menemukan penyebab pasti gangguan ginjal akut misterius ini.
Baca juga: Soal Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintah Perlu Gencarkan Edukasi Publik
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M Syahril mengatakan, hasil pemeriksaan sementara dari sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, ditemukan jejak senyawa yang berpotensi meningkatkan gangguan ginjal akut misterius.
“Kementerian dan Badan POM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko yang lainnya,” ujar dr. Syahril dalam siaran pers virtual di YouTube Kemenkes, Rabu (19/10/2022).
Sebagai upaya meningkatkan pencegahan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak, Kementerian Kesehatan meminta kepada seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan sementara tidak meresepkan obat dalam bentuk cair atau sirup.
“Ini dilakukan sampai hasil penelusuran dan penelitian selesai. Adapun maksudnya agar dugaan-dugaan yang sedang kita teliti dapat menyelamatkan anak-anak kita,” tutur dr. Syahril.
Kementerian Kesehatanbersama bersama para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor masih dalam pemeriksaan laboratorium untuk menemukan penyebab pasti gangguan ginjal akut misterius ini.
Baca juga: Soal Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintah Perlu Gencarkan Edukasi Publik
Juru Bicara Kementerian Kesehatan, dr. M Syahril mengatakan, hasil pemeriksaan sementara dari sisa sampel obat yang dikonsumsi pasien, ditemukan jejak senyawa yang berpotensi meningkatkan gangguan ginjal akut misterius.
“Kementerian dan Badan POM masih terus menelusuri dan meneliti secara komprehensif termasuk kemungkinan faktor risiko yang lainnya,” ujar dr. Syahril dalam siaran pers virtual di YouTube Kemenkes, Rabu (19/10/2022).
Sebagai upaya meningkatkan pencegahan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak, Kementerian Kesehatan meminta kepada seluruh tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan sementara tidak meresepkan obat dalam bentuk cair atau sirup.
“Ini dilakukan sampai hasil penelusuran dan penelitian selesai. Adapun maksudnya agar dugaan-dugaan yang sedang kita teliti dapat menyelamatkan anak-anak kita,” tutur dr. Syahril.