Kemenkes: Kasus Gagal Ginjal Akut Tak Berkaitan Covid-19
Ummu hani
Rabu, 19 Oktober 2022 - 13:35 WIB
Ilustrasi. (Foto: Langit7.id/iStock)
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyatakan kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak tidak berkaitan dengan Covid-19. Hal itu menanggapi lonjakan kasus gagal ginjal akut pada anak di Indonesia yang kian meningkat.
Juru Bicara Kemenkes, M Syahril mengatakan sejauh ini belum ditemukan penyebab pasti dari penyakit tersebut. "Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19," kata Syahril dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:Gangguan Ginjal Akut Capai 206 Kasus, Tingkat Kematian 48 Persen
Kemenkes hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gangguan ginjal akut pada anak. Upaya penelusuran juga terus dilakukan Kemenkes bersama para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.
Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.
"Kemenkes bersama tim melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya," ujar Syahril.
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Apotek Setop Jual Obat Sirup
Juru Bicara Kemenkes, M Syahril mengatakan sejauh ini belum ditemukan penyebab pasti dari penyakit tersebut. "Sampai saat ini kejadian gagal ginjal akut tidak ada kaitannya dengan vaksin Covid-19," kata Syahril dalam keterangannya, Rabu (19/10/2022).
Baca Juga:Gangguan Ginjal Akut Capai 206 Kasus, Tingkat Kematian 48 Persen
Kemenkes hingga kini masih terus melakukan pemeriksaan laboratorium dan penyebab pasti gangguan ginjal akut pada anak. Upaya penelusuran juga terus dilakukan Kemenkes bersama para ahli epidemiologi, Badan POM, IDAI, dan Puslabfor.
Penyelidikan epidemologi dilakukan dengan melakukan pengawasan dan pemeriksaan untuk mengetahui infeksi-infeksi yang menjadi penyebab gangguan ginjal akut pada anak. Pemeriksaan mencakup swab tenggorokan, swab anus, pemeriksaan darah dan kemungkinan intoksifikasi.
"Kemenkes bersama tim melakukan penyelidikan epidemologi kepada masyarakat, tim akan menanyakan berbagai jenis obat-obatan yang dikonsumsi maupun penyakit yang pernah di derita 10 hari sebelum masuk rumah sakit. Harapannya hasilnya bisa segera kami dapatkan sebagai informasi untuk penanganan selanjutnya," ujar Syahril.
Baca Juga:Kasus Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Imbau Apotek Setop Jual Obat Sirup