Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Krisis Global
Hasanah syakim
Rabu, 19 Oktober 2022 - 18:53 WIB
Presiden Jokowi mengajak masyarakat untuk tetap optimis dalam menghadapi krisis global (foto: biro pers presiden)
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua pihak untuk tetap optimis dalam menghadapi ketidakpastian dan krisis global.
Menurut Jokowi, Indonesia harus optimis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa di tahun ini terasa sulit, dan tahun depan akan gelap.
"Silakan negara-negara lain, negara kita harus tetap optimistis. Tetapi memang harus waspada, harus hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa,” kata Jokowi dalam keterangannya Rabu (19/10/2022).
“Kita patut bersyukur bahwa di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah resesi, Indonesia di kuartal kedua masih tumbuh 5,44 persen. Ini wajib kita syukuri," ujarnya.
Menurutnya, Indonesi termasuk negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya.
"Dari segi inflasi, pada bulan Agustus inflasi di tanah air masih terkendali pada angka 4,6 persen sementara kuartal II 4,9 persen, tingkat inflasi Indonesia juga relatif lebih baik dari sejumlah negara di dunia," ungkapnya.
“Karena kenaikan BBM kemarin inflasi naik sedikit 5,9 persen, masih bisa kita kendalikan,” ujarnya.
Menurut Jokowi, Indonesia harus optimis meskipun lembaga-lembaga internasional menyampaikan bahwa di tahun ini terasa sulit, dan tahun depan akan gelap.
"Silakan negara-negara lain, negara kita harus tetap optimistis. Tetapi memang harus waspada, harus hati-hati karena badainya itu sulit dihitung, sulit diprediksi, sulit dikalkulasi akan menyebar sampai ke mana, imbasnya ke kita seperti apa,” kata Jokowi dalam keterangannya Rabu (19/10/2022).
Baca juga:Tutup P20 Summit, Puan Sebut Semua Parlemen Komitmen Atasi Krisis Global
Jokowi menyampaikan, di tengah resesi yang mengancam sejumlah negara, perekonomian Indonesia pada kuartal II-2022 masih dapat tumbuh sebesar 5,44 persen, sehingga menurutnya hal tersebut patut disyukuri.“Kita patut bersyukur bahwa di tengah-tengah krisis, di tengah-tengah resesi, Indonesia di kuartal kedua masih tumbuh 5,44 persen. Ini wajib kita syukuri," ujarnya.
Menurutnya, Indonesi termasuk negara yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang paling tinggi di antara negara-negara G20 maupun negara-negara lainnya.
"Dari segi inflasi, pada bulan Agustus inflasi di tanah air masih terkendali pada angka 4,6 persen sementara kuartal II 4,9 persen, tingkat inflasi Indonesia juga relatif lebih baik dari sejumlah negara di dunia," ungkapnya.
“Karena kenaikan BBM kemarin inflasi naik sedikit 5,9 persen, masih bisa kita kendalikan,” ujarnya.