Resesi Global Diprediksi Terjadi 2023, Ini Saran Ekonom
Muhajirin
Rabu, 19 Oktober 2022 - 20:45 WIB
Ilustrasi (foto: thestreet.com)
Direktur Center of Economic And Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, memprediksi 2023 akan mengalami resesi global. Dunia diramal resesi tahun depan juga disampaikan berbagai lembaga seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Resesi kemungkinan besar terjadi di tingkat global. Indonesia sendiri tidak aman dari resesi, terutama ketika mitra dagang utama yakni AS dan China alami perlambatan ekonomi,” kata Bhima kepada Langit7.id, Rabu (19/10/2022).
Bhima lalu memberikan tiga tips bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan besar resesi global tahun depan. Pertama, masyarakat harus banyak berhemat dan menurunkan gaya hidup.
Baca Juga:Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Krisis Global
“Cash is the king masih berlaku dalam menghadapi resesi. Semakin aman likuiditas rumah tangga maka semakin tahan terhadap kenaikan harga,” ujar Bhima.
Kedua, mencari pendapatan sampingan untuk berjaga jaga dari naiknya biaya hidup. Misal, suami bekerja dan mendapat gaji tetap, tapi istri bisa bantu dengan berjualan atau buka warung.
“Sekreatif mungkin cari pendapatan sampingan terlebih kenaikan upah minimum rata-rata sangat kecil tahun ini,” kata Bhima.
“Resesi kemungkinan besar terjadi di tingkat global. Indonesia sendiri tidak aman dari resesi, terutama ketika mitra dagang utama yakni AS dan China alami perlambatan ekonomi,” kata Bhima kepada Langit7.id, Rabu (19/10/2022).
Bhima lalu memberikan tiga tips bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan besar resesi global tahun depan. Pertama, masyarakat harus banyak berhemat dan menurunkan gaya hidup.
Baca Juga:Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Krisis Global
“Cash is the king masih berlaku dalam menghadapi resesi. Semakin aman likuiditas rumah tangga maka semakin tahan terhadap kenaikan harga,” ujar Bhima.
Kedua, mencari pendapatan sampingan untuk berjaga jaga dari naiknya biaya hidup. Misal, suami bekerja dan mendapat gaji tetap, tapi istri bisa bantu dengan berjualan atau buka warung.
“Sekreatif mungkin cari pendapatan sampingan terlebih kenaikan upah minimum rata-rata sangat kecil tahun ini,” kata Bhima.