LANGIT7.ID, Jakarta - Direktur Center of Economic And Law Studies (CELIOS),
Bhima Yudhistira, memprediksi 2023 akan mengalami
resesi global. Dunia diramal resesi tahun depan juga disampaikan berbagai lembaga seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, Asian Development Bank (ADB), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Resesi kemungkinan besar terjadi di tingkat global. Indonesia sendiri tidak aman dari resesi, terutama ketika mitra dagang utama yakni AS dan China alami perlambatan ekonomi,” kata Bhima kepada Langit7.id, Rabu (19/10/2022).
Bhima lalu memberikan tiga tips bagi masyarakat dalam menghadapi kemungkinan besar resesi global tahun depan. Pertama, masyarakat harus banyak berhemat dan menurunkan gaya hidup.
Baca Juga: Jokowi Ajak Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Krisis Global
“
Cash is the king masih berlaku dalam menghadapi resesi. Semakin aman likuiditas rumah tangga maka semakin tahan terhadap kenaikan harga,” ujar Bhima.
Kedua, mencari pendapatan sampingan untuk berjaga jaga dari naiknya biaya hidup. Misal, suami bekerja dan mendapat gaji tetap, tapi istri bisa bantu dengan berjualan atau buka warung.
“Sekreatif mungkin cari pendapatan sampingan terlebih kenaikan upah minimum rata-rata sangat kecil tahun ini,” kata Bhima.
Baca Juga: Waspada Ancaman Resesi, Legislator Minta Pemerintah Prioritaskan UMKM
Ketiga, masyarakat harus mempersiapkan dana darurat minimum 10% untuk antisipasi apabila terjadi kondisi yang tidak diinginkan seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) atau dirumahkan.
“Masyarakat juga bisa mengurangi ketergantungan terhadap barang impor khususnya pangan. Inflasi dan pelemahan kurs akan sebabkan penyesuaian terhadap harga barang impor,” tutur Bhima.
(jqf)