Cara Orang Tua Deteksi Dini Gangguan Ginjal Akut pada Anak
Muhajirin
Rabu, 19 Oktober 2022 - 21:14 WIB
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
Dokter Spesialis Anak, dr. Shela Putri Sundawa, Sp.A mengingatkan para orang tua untuk mengantisipasi gangguan ginjal akut progresif atipikal/acute kidney injury (AKI) dengan melakukan deteksi dini.
“Tingginya angka gagal ginjal akut misterius (progressive atypical acute kidney injury) pada anak akhir-akhir ini, membuat orang tua harus lebih mawas pada total volume urin anak terutama pada anak (6 tahun dengan demam, diare/muntah, dan/atau batuk pilek),” kata dr Shela di akun twitter-nya, Rabu (19/10/2022).
Dokter Shela mengingatkan ada tiga hal yang perlu diantisipasi. Pertama, mawas atau memperhatikan volume urin anak. Jika berkurang maka diimbau segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga:Kemenkes: Gangguan Ginjal Anak Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Covid-19
Kedua, tidak memberikan anak-anak obat tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Meski obat tersebut dijual bebas. Ini perlu dilakukan dan diwanti-wanti sampai ada laporan resmi dari Kementerian Kesehatan RI.
Ketiga, jika ada anak yang demam, maka orang tua harus mendahulukan penanganan tanpa obat. Bisa menggunakan kompres, memberi cairan yang cukup, dan memakaikan baju yang tipis.
Dokter Shela lalu menjelaskan cara menghitung urin anak sesuai usia. Orang tua bisa bertanya ke anak setiap 4-6 jam sekali apakah sudah pipis atau belum. Orang tua juga memeriksa popok anak.
“Tingginya angka gagal ginjal akut misterius (progressive atypical acute kidney injury) pada anak akhir-akhir ini, membuat orang tua harus lebih mawas pada total volume urin anak terutama pada anak (6 tahun dengan demam, diare/muntah, dan/atau batuk pilek),” kata dr Shela di akun twitter-nya, Rabu (19/10/2022).
Dokter Shela mengingatkan ada tiga hal yang perlu diantisipasi. Pertama, mawas atau memperhatikan volume urin anak. Jika berkurang maka diimbau segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga:Kemenkes: Gangguan Ginjal Anak Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Covid-19
Kedua, tidak memberikan anak-anak obat tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Meski obat tersebut dijual bebas. Ini perlu dilakukan dan diwanti-wanti sampai ada laporan resmi dari Kementerian Kesehatan RI.
Ketiga, jika ada anak yang demam, maka orang tua harus mendahulukan penanganan tanpa obat. Bisa menggunakan kompres, memberi cairan yang cukup, dan memakaikan baju yang tipis.
Dokter Shela lalu menjelaskan cara menghitung urin anak sesuai usia. Orang tua bisa bertanya ke anak setiap 4-6 jam sekali apakah sudah pipis atau belum. Orang tua juga memeriksa popok anak.