LANGIT7.ID, Jakarta - Dokter Spesialis Anak, dr. Shela Putri Sundawa, Sp.A mengingatkan para orang tua untuk mengantisipasi
gangguan ginjal akut progresif atipikal/acute kidney injury (AKI) dengan melakukan deteksi dini.
“Tingginya angka gagal ginjal akut misterius (
progressive atypical acute kidney injury) pada anak akhir-akhir ini, membuat orang tua harus lebih mawas pada total volume urin anak terutama pada anak (6 tahun dengan demam, diare/muntah, dan/atau batuk pilek),” kata dr Shela di akun twitter-nya, Rabu (19/10/2022).
Dokter Shela mengingatkan ada tiga hal yang perlu diantisipasi. Pertama, mawas atau memperhatikan volume urin anak. Jika berkurang maka diimbau segera dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Baca Juga: Kemenkes: Gangguan Ginjal Anak Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Covid-19
Kedua, tidak memberikan anak-anak obat tanpa berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu. Meski obat tersebut dijual bebas. Ini perlu dilakukan dan diwanti-wanti sampai ada laporan resmi dari Kementerian Kesehatan RI.
Ketiga, jika ada anak yang demam, maka orang tua harus mendahulukan penanganan tanpa obat. Bisa menggunakan kompres, memberi cairan yang cukup, dan memakaikan baju yang tipis.
Dokter Shela lalu menjelaskan cara menghitung urin anak sesuai usia. Orang tua bisa bertanya ke anak setiap 4-6 jam sekali apakah sudah pipis atau belum. Orang tua juga memeriksa popok anak.
Baca Juga: Soal Gangguan Ginjal Akut, Kemenkes Datangkan Obat Penawar dari Luar Negeri
Rata-rata volume urin normal berdasarkan usia sebagai berikut:
1. Bayi baru lahir 2-3 ml/kg/jam
2. Bayi (1 bulan-1 tahun) 2 ml/kg/jam
3. Anak (1 tahun - 12 tahun) 1-2 ml/kg/jam
4. Remaja (>12 tahun) 0,5-1 ml/kg/jam
“Misal anak usia 3 tahun,BB 15 kg volume urinnya dalam sehari (24 jam) normalnya berkisar 360-720 ml,” kata dr Shela.
Jika anak memakai popok, orang tua bisa melakukan hal-hal berikut. Orang tua bisa menimbang popok kotor dan popok bersih lalu hitung selisihnya. Rumusnya, popok kotor dikurangi popok bersih sama dengan berat urin.
Baca Juga: Gangguan Ginjal Akut Capai 206 Kasus, Tingkat Kematian 48 Persen
“Untuk menyederhanakan perhitungan kita anggap 1 gram setara 1 ml,” ucap dr Shela.
Contoh perhitungan praktis, anak 3 tahun dengan berat badan 15 kg, pakai popok dari jam 21.00 hingga pukul 6.00. Ketika berat popok kotor adalah 250 gram, maka berat popok bersih adalah 20 gram. Berat urin adalah selisihnya yaitu 230 gram atau 230 ml urin dalam 9 jam. Sehingga urin per kilogram per jamnya adalah 1,7 ml/kg/jam. Kesimpulannya volume urin normal.
“Semisal setelah dihitung ternyata urinnya di bawah volume normal untuk usianya, maka coba berikan minum. Coba periksa lagi dalam 3 jam, jika sudah ada urin, hitung kembali reratanya. Biasanya balita BAK setiap 5-6 jam sekali,” ungkap dr Shela.
Baca Juga: Soal Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintah Perlu Gencarkan Edukasi Publik
Lalu, apakah orang tua harus membawa anak ke dokter? dr Shela menyebut perlu dibawa ke dokter jika volume urin di bawah normal untuk usianya, atau sudah 6 jam tidak ada pipis sama sekali walaupun sudah diberikan cairan yang cukup.
(jqf)