LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Kanker selalu menjadi momok yang menakutkan, tak hanya bagi orang dewasa tapi juga anak-anak. Berdasarkan laporan WHO,
leukimia tercatat sebagai jenis kanker yang paling sering ditemui pada anak.
Selaras dengan catatan tersebut, Allianz Indonesia menyebut
kanker darah (leukimia) adalah jenis kanker yang paling banyak diklaim dalam tiga tahun terakhir dan mendominasi sekitar 56 persen dari keseluruhan kasus klaim
kanker anak yang berjumlah total lebih dari 700.
Baca juga: Pria Perlu Vaksin HPV untuk Pencegahan Kanker ServiksDokter spesialis onkologi radiasi Tzu Chi Hospital, dr Andre Prawira Putra, mengatakan faktor risiko terjadinya kanker pada anak dapat disebabkan oleh berbagai faktor.
Penyebab pertama dari faktor internal yaitu mutasi genetik bawaan dari dalam kandungan kemudian dapat mendorong munculnya penyakit kanker.
"Selain itu, terdapat kemungkinan juga mutasi pemicu kanker ini didapatkan setelah anak tersebut baru lahir," sambung dr Andre di acara NgobrAZ (Ngobrol Bareng Allianz Citizens).
Selanjutnya, dr Andre menyebut paparan zat tidak baik sebagai faktor eksternal yang memicu terjadinya mutasi pemicu kanker.
"Terkenanya paparan zat kimia yang berbahaya ini dapat disebabkan oleh limbah atau polusi, termasuk polusi udara atau paparan zat yang memicu kanker pada makanan yang dikonsumsi anak," terangnya.
Baca juga: Sariawan Kronis Tak Kunjung Sembuh Diwaspadai Kanker LidahBerbagai faktor tersebut dapat memicu terjadi kanker pada anak kapan saja. Dengan mendeteksi penyakit ini sedini mungkin, peluang sembuh dari kanker anak semakin besar.
Untuk itu, penting bagi orang tua untuk selalu memperhatikan perubahan kondisi dan mengecek kesehatan anak secara rutin.
Sebagai langkah pencegahan, deteksi dini kanker pada anak dapat dilakukan dengan memerhatikan beberapa gejala yang tidak wajar. dr. Andre menjelaskan beberapa gejala umum pada anak yang dapat diperhatikan, yaitu:
1. Muncul memar, perdarahan, dan nyeri pada tulang sendi tanpa sebab
2. Perdarahan melalui hidung atau gusi secara tiba-tiba
3. Mata juling dan munculnya pupil putih bila disinari cahaya
4. Anak menunjukkan penurunan berat badan tanpa penyebab
5. Mengalami demam yang tidak dapat dijelaskan dan tidak disertai tanda penyakit lainnya
6. Adanya benjolan/pembengkakan tanpa ada rasa nyeri, atau tanda infeksi lainnya di berbagai bagian tubuh – beberapa bagian tubuh terdapat benjolan yang tidak simetris
7. Nyeri kepala secara terus menerus, atau ukuran kepala membesar pada bayi
8. Adanya gangguan saraf seperti gangguan berjalan
Baca juga: Obesitas Jadi Faktor Pemicu Kanker Anak(est)