LANGIT7.ID-, Jakarta- - Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI ) adalah kondisi atau gejala medis yang terjadi setelah pemberian imunisasi atau diduga berkaitan dengan imunisasi. Berbagai reaksi bisa muncul pascaimunisasi, bahkan untuk sebagian bayi dan balita bisa timbul reaksi yang berat.
Memberikan imunisasi pada anak merupakan hal penting, demi memberi perlindungan dari ancaman berbagai penyakit yang membahayakan kesehatan. Namun seringkali orangtua khawatir mengenai reaksi atau efek samping yang timbul setelah imunisasi, seperti nyeri dan bengkak di lokasi penyuntikan, serta demam.
Meski demikian, efek samping ini masih terbilang normal termasuk reaksi lainnya seperti muntah, mengantuk, dan kehilangan selera makan. Biasanya hal tersebut akan sembuh setelah beberapa hari.
Baca juga:
Metabolic Syndrome Mulai Incar Usia Muda, Bisa Dicegah dengan Rajin Olah RagaTapi orangtua juga patut waspada apabila reaksi atau efek samping yang terjadi setelah imunisasi tidak kunjung membaik setelah2-3 hari atau bahkan timbul reaksi lain yang lebih berat. Bisa jadi anak mengalami KIPI.
Jangan dulu panik. Sebagai orangtua ada baiknya bisa mengenali apa itu KIPI, penyebab, gejala, pencegahan, dan pengobatannya seperti apa.
Seperti dilansir dari situs ayosehat.kemkes.go.id ada berbagai macam penyebab KIPI itu sendiri, yaitu:
1. Reaksi terhadap Kandungan Vaksin
Kondisi ini terjadi ketika sistem imun tubuh bereaksi terhadap salah satu atau beberapa kandungan vaksin. Sebagai contoh, pembengkakan otot yang terjadi setelah vaksin DPT.
2. Respons Kecemasan Berlebihan
Ketakutan terhadap jarum suntik bisa menyebabkan kecemasan berlebihan yang menimbulkan reaksi seperti pusing, napas berlebihan, nyeri, muntah hingga pingsan.
3. Kelainan atau Penyakit Bawaan
Kondisi ini biasanya tidak ada kaitannya secara langsung dengan pemberian vaksin, melainkan kelainan kongenital (bawaan) yang sudah ada saat imunisasi dilakukan. Gejalanya bisa saja muncul bersamaan atau setelah pemberian imunisasi.
Baca juga:
Viral Tren Block Out Selebritas Dunia yang Bungkam Soal PalestinaGejala-gejala KIPI
Setelah mengetahui apa penyebab KIPI, Anda wajib tahu soal gejala yang mungkin timbul yakni gejala ringan dan gejala berat.
Untuk gejala KIPI yang cenderung ringan biasanya akan sembuh dalam 1-2 hari tanpa diberi obat, berupa reaksi lokal maupun sistemik.
Reaksi lokal adalah gejala-gejala yang timbul di sekitar bagian tubuh yang disuntik, seperti nyeri, kemerahan dan pembengkakan. Sedangkan reaksi sistemik ditandai dengan sakit kepala, demam, merasa lemas, dan tidak enak badan, yang terjadi sesaat setelah pemberian vaksin.
Sedangkan gejala KIPI yang berat biasanya disebabkan oleh respons sistem imun terhadap vaksin yang menyebabkan reaksi alergi berat. Seperti anafilaksis atau syok akibat alergi berat, penurunan trombosit, kejang, dan otot lemah. Namun, semua gejala sangat jarang ditemukan dan bisa diatasi tanpa menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang.
Gejala reaksi alergi lainnya bisa berupa:
* Ruam dan gatal di kulit
* Batuk dan bersin, sesak napas
* Pusing, bingung, detak jantung cepat atau sakit kepala
* Mual muntah dan diare.
Pencegahan KIPI
Untuk meminimalisir risiko dari KIPI serta memaksimalkan manfaat vaksin, berikut ini beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi, yaitu
1. Melakukan aktivitas fisik berat
Hindari anak dari melakukan aktivitas fisik berat yang menguras energi untuk mengurangi rasa lelah dan ketidaknyamanan, yang timbul setelah penyuntikan vaksin.
2. Pemberian obat
Konsultasikan pada dokter terlebih dahulu jika Anda ingin memberi anak obat pereda demam atau nyeri, serta penurun panas.
3. Terpapar panas
Hindari anak dari paparan panas yang berlebihan, seperti mandi air panas atau berada di ruangan yang terlalu panas. Suhu yang panas dapat meningkatkan ketidaknyamanan yang dirasakan setelah imunisasi.
4. Menekan atau menggosok bekas suntikan
Jangan menekan atau menggosok bekas suntikan dan area di sekitarnya untuk mencegah terjadinya peradangan dan infeksi.
5. Penggunaan obat yang mempengaruhi sistem imun
Konsultasikan kepada dokter terlebih dahulu, jika Anda ingin memberi anak obat atau suplemen yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh setelah imunisasi.
Diagnosis KIPI
Meskipun Anda telah menemukan gejala seperti disebut di atas pada anak, sebaiknya jangan dulu panik dan menyimpulkan sendiri bahwa anak terkena KIPI. Diagnosis KIPI harus dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan dengan menganalisa kondisi medis yang timbul setelah pemberian vaksin.
Dokter biasanya juga akan menanyakan riwayat kesehatan pasien dan keluarganya, serta membedakan kondisi yang dialami dengan respon sistemik, seperti demam dan kemerahan serta lepuhan pada kulit.
Setelah mengenal apa itu KIPI, penyebab, gejala, dan pencegahannya maka akan perlu juga mengetahui bagaimana pengobatan pada anak jika terkena KIPI.
Pengobatan KIPI
Orangtua tidak perlu dan panik dan sebaiknya tetap tenang saat menghadapi anak yang mengalami KIPI. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk meredakan gejala KIPI pada anak.
* Usahakan anak beristirahat dengan cukup.
* Beri anak cukup air putih.
* Beri obat penurun panas jika diperlukan.
* Jika bagian tubuh yang disuntikkan masih terasa nyeri, usahakan tetap digerakkan menggunakan lengan anak.
* Kompres bagian yang terasa nyeri dengan kain bersih yang telah dibasahi dengan air dingin, jika dibutuhkan.
Dengan memahami apa itu KIPI dan penanganannya, orangtua tak perlu ragu lagi memberikan imunisasi lengkap pada anak secara tepat waktu. Agar anak tumbuh kembang sehat dengan optimal dan terhindar dari stunting.
(ori)