LANGIT7.ID-, Jakarta - - Saat
Idulfitri, segala jenis hidangan tersaji mulai dari makanan berlemak tinggi, asam, dan pedas seperti
rendang, opor ayam, sambal kentang hingga
kue-kue manis.Umumnya usai Lebaran banyak orang yang sering mengeluhkan rasa tidak nyaman di bagian perut hingga dada, bahkan kerap disertai dengan rasa
mual.
Baca juga: Penderita GERD Tetap Aman dan Nyaman Berpuasa, Perhatikan Tips BerikutMenurut dr. Maya Wardhani, Provider Credentialing & Claim Cashless Medical Advisor Allianz Life Indonesia gejala ini yang dikenal juga dengan
GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) yaitu penyakit yang berkaitan dengan produksi
asam lambung.
Gejala ini rentan terjadi pasca-Lebaran karena perubahan pola makan pasca berpuasa. Selama
berpuasa, kebiasaan makan cenderung teratur, baik dari segi waktu dan jumlah makan, namun saat dan setelah Idulfitri, pola dan menu makan cenderung berantakan.
Akibatnya beberapa gejala GERD seperti sensasi terbakar/nyeri di dada setelah makan, kembung, kesulitan menelan, sensasi ada benjolan di tenggorokan, muncul dan menyebabkan ketidaknyamanan.
Untuk meringankan kondisi lambung yang tidak nyaman dr. Maya menyarankan beberapa tips sederhana yang memudahkan penanganan GERD secara mandiri di rumah:
1. Mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air tinggi dan seratAnda bisa mengonsumsi
pisang,
lidah buaya atau oatmeal. Pisang termasuk buah dengan keasaman netral, yang efektif menetralkan asam lambung.
Baca juga: Sering GERD di Malam Hari? Ini Tips PencegahannyaLidah buaya memiliki sifat antiradang yang dapat mengurangi produksi asam lambung. Sementara,
oatmeal merupakan sumber serat yang baik untuk mengurangi kadar asam lambung.
2. Mengkonsumsi air putih hangatAir putih hangat berfungsi mengencerkan asam lambung yang dibutuhkan tubuh untuk memecah dan menyerap nutrisi dari makanan, meredakan gejala nyeri, kembung dan melancarkan pencernaan.
3. Makanlah dengan porsi kecilMenjaga konsumsi makanan yang seimbang dan tidak berlebihan dapat mengurangi peningkatan asam lambung. Selain itu, dengan menjaga berat badan agar tetap ideal dapat mengurangi kadar lemak yang berlebihan pada area perut sehingga tidak menimbulkan tekanan yang dapat memicu GERD.
Baca juga: Sama-sama Gangguan Pencernaan, Ternyata Gerd dan Asam Lambung Beda4. Menghindari makanan dan minuman pemicu asam lambung dan memperburuk GERDSeperti makanan yang berlemak, asam dan pedas, serta minuman bersoda, kopi, cokelat serta minuman yang mengandung mint.
5. Menghindari berbaring setelah makanBerbaring setelah makan dapat meningkatkan gejala dispepsia seperti rasa tidak nyaman di perut, kembung dan mual. Karena pada tubuh dengan posisi horizontal dapat memperlambat pergerakan makanan ke usus sehingga proses penyerapan nutrisi di usus halus terganggu.
6. Mengonsumsi AntasidaAntasida merupakan salah satu obat over the counter yang dapat digunakan untuk menetralkan asam lambung dan mengurangi rasa tidak nyaman pada perut.
Baca juga: Hidup Sehat Bebas GERD, Begini Saran dr TirtaHal yang paling penting ketika perut sudah terasa tidak nyaman adalah dengan tidak langsung panik karena kondisi GERD bisa dikelola dengan perubahan gaya hidup dan pola makan yang tepat dan menerapkan langkah pengobatan mandiri seperti tips di atas, dengan tujuan untuk menjaga konsumsi makanan yang seimbang dan tidak berlebihan yang dapat meningkatkan asam lambung dan memperburuk GERD.
Namun apabila gejala GERD tidak membaik dan berlangsung lama hingga semakin parah seperti kesulitan bernapas dan terasa nyeri dada, maka kamu perlu berkonsultasi dengan dokter atau dapat menggunakan pelayanan telekonsultasi online yang tersedia selama 24 jam serta dapat terhubung dengan berbagai dokter ahli pada saluran pencernaan atau Gastroenterologi.
“Dengan beberapa tips sederhana tersebut, Allianz Indonesia memiliki kepedulian dan mendukung masyarakat untuk dapat terus beraktivitas dengan tidak lupa memerhatikan kesehatan pencernaan yang merupakan bagian penting dalam meningkatkan daya tahan tubuh,” tutup dr. Maya.
(est)