Berawal dari Iseng, Pemuda Ini Buka Kursus Online Murah 46 Bahasa
Muhajirin
Kamis, 20 Oktober 2022 - 05:00 WIB
CEO Linguo, M Lutfi Ramadhani (Dok Linguo)
Indonesia merupakan negara dengan penduduk yang memiliki kemampuan bahasa paling banyak alias poliglot. Paling tidak bisa menguasai bahasa Inggris, bahasa Indonesia, dan bahasa daerah.
Fakta tersebut diafirmasi oleh survei yang dilakukan oleh SwiftKey pada tahun 2015. Survei itu mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama negara trilingual, di mana 17,4 persen penduduknya menggunakan kombinasi tiga bahasa untuk berkomunikasi.
Dari fakta itu, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Lutfi Ramadhani, melihat bahwa orang Indonesia punya potensi besar dalam penguasaan bahasa. Hal itu membuka peluang bagi orang Indonesia untuk belajar bahasa lebih banyak lagi.
Namun, menurut pemuda yang akrab disapa Dhani ini, potensi itu belum dimaksimalkan. Ada banyak kendala seperti akses belajar dan biaya yang tidak murah. Maka Dhani berinisiatif menghadirkan kursus bahasa asing murah secara daring lewat platform bernama Linguo.
Baca Juga:Mualaf Asal Semarang Fasilitasi Para Difabel dengan Bimbel Anagata
“Buat mereka yang di daerah-daerah terutama, dan juga pilihan bahasa kok cuma itu-itu aja. Akhirnya, kita ciptakan Linguo ini biar bisa sedikit membantu atau berkontribusi supaya lebih banyak orang Indonesia yang bisa menjadi poliglot yang bermanfaat nanti di kemudian hari,” kata Dhani selaku CEO Linguo kepada LANGIT7, Rabu (19/10/2022).
Lutfi Ramadhani menceritakan, Linguo awalnya berdiri dari keiseingan, sama sekali tidak terencana. Itu Bermula saat dirinya belajar bahasa Jerman pada 2017 lalu. Setelah belajar bahasa Jerman selama tiga tahun, dia merasa ada sesuatu yang kurang.
Fakta tersebut diafirmasi oleh survei yang dilakukan oleh SwiftKey pada tahun 2015. Survei itu mengungkapkan bahwa Indonesia menempati peringkat pertama negara trilingual, di mana 17,4 persen penduduknya menggunakan kombinasi tiga bahasa untuk berkomunikasi.
Dari fakta itu, alumnus Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Muhammad Lutfi Ramadhani, melihat bahwa orang Indonesia punya potensi besar dalam penguasaan bahasa. Hal itu membuka peluang bagi orang Indonesia untuk belajar bahasa lebih banyak lagi.
Namun, menurut pemuda yang akrab disapa Dhani ini, potensi itu belum dimaksimalkan. Ada banyak kendala seperti akses belajar dan biaya yang tidak murah. Maka Dhani berinisiatif menghadirkan kursus bahasa asing murah secara daring lewat platform bernama Linguo.
Baca Juga:Mualaf Asal Semarang Fasilitasi Para Difabel dengan Bimbel Anagata
“Buat mereka yang di daerah-daerah terutama, dan juga pilihan bahasa kok cuma itu-itu aja. Akhirnya, kita ciptakan Linguo ini biar bisa sedikit membantu atau berkontribusi supaya lebih banyak orang Indonesia yang bisa menjadi poliglot yang bermanfaat nanti di kemudian hari,” kata Dhani selaku CEO Linguo kepada LANGIT7, Rabu (19/10/2022).
Lutfi Ramadhani menceritakan, Linguo awalnya berdiri dari keiseingan, sama sekali tidak terencana. Itu Bermula saat dirinya belajar bahasa Jerman pada 2017 lalu. Setelah belajar bahasa Jerman selama tiga tahun, dia merasa ada sesuatu yang kurang.