Gagal Ginjal pada Anak Akibat Konsumsi Sirup Parasetamol Masih Jadi Misteri
Hasanah syakim
Kamis, 20 Oktober 2022 - 09:00 WIB
ilustrasi (foto: LANGIT7.ID/ iStock)
Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada, Prof Zullies Ikawati mengatakan, keterkaitan antara kejadian gagal ginjal akut, dengan konsumsi sirup parasetamol masih menjadi misteri.
"Karena banyak obat sirup parasetamol yang sudah ada bertahun-tahun tanpa perubahan formula, dan digunakan aman-aman saja, kenapa tiba-tiba baru belakangan ini muncul gangguan ginjal akut," katanya Rabu (19/10/2022).
Zullies menuturkan, terdapat beberapa kemungkinan lain penyebab kejadian gagal ginjal akut, yang benar-benar perlu dicek pada pasien.
Baca juga:Kemenkes: Gangguan Ginjal Anak Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Covid-19
"Misalnya jika benar terdeteksi ada ca oksalat di ginjal yang merupakan metabolit dari etilen glikol, perlu dicek juga asupan makanan pasien, karena asam oksalat juga bisa berasal dari makanan," ujarnya.
Selain itu, menurutnya mungkin juga karena adanya infeksi tertentu seperti leptospirosis yang juga banyak muncul di musim hujan. Kendati demikian, dia mengimbau untuk mengikuti saran dari lembaga-lembaga resmi (BPOM, Kemenkes, asosiasi dokter, dll ).
"Untuk kehati-hatian, sementara ikuti saran dari lembaga-lembaga resmi untuk menghindari bentuk sirup sampai diperoleh hasil yang lebih pasti," ungkap Prof Zullies
"Karena banyak obat sirup parasetamol yang sudah ada bertahun-tahun tanpa perubahan formula, dan digunakan aman-aman saja, kenapa tiba-tiba baru belakangan ini muncul gangguan ginjal akut," katanya Rabu (19/10/2022).
Zullies menuturkan, terdapat beberapa kemungkinan lain penyebab kejadian gagal ginjal akut, yang benar-benar perlu dicek pada pasien.
Baca juga:Kemenkes: Gangguan Ginjal Anak Tak Ada Kaitannya dengan Vaksin Covid-19
"Misalnya jika benar terdeteksi ada ca oksalat di ginjal yang merupakan metabolit dari etilen glikol, perlu dicek juga asupan makanan pasien, karena asam oksalat juga bisa berasal dari makanan," ujarnya.
Selain itu, menurutnya mungkin juga karena adanya infeksi tertentu seperti leptospirosis yang juga banyak muncul di musim hujan. Kendati demikian, dia mengimbau untuk mengikuti saran dari lembaga-lembaga resmi (BPOM, Kemenkes, asosiasi dokter, dll ).
"Untuk kehati-hatian, sementara ikuti saran dari lembaga-lembaga resmi untuk menghindari bentuk sirup sampai diperoleh hasil yang lebih pasti," ungkap Prof Zullies