Mahfud MD: Santri Wajib Jaga NKRI dan Kebhinekaan
Garry Talentedo Kesawa
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 23:05 WIB
Ilustrasi. (Foto: Istimewa)
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD, mengingatkan bahwa para ulama dan santri sejak dahulu ikut berjuang, baik secara fisik maupun politik-konstitusional untuk membangun dan mempertahankan NKRI yang berideologikan Pancasila. Mahfud meminta para santri terus mengaktualisasikan dirinya dan melakukan lompatan dengan mobilitas sosial naik secara vertikal.
"Para santri wajib menjaga NKRI dengan segala kebhinnekaannya dan harus terus berkiprah dengan nafas Islami di dalam prinsip ideologi negara Pancasila. Itu semua bisa dan harus kita lakukan dalam semboyan, Ideologi Negara, Ideologi Santri," kata Mahfud
Baca Juga:Peringati Hari Santri 2022, Wapres: Pegang Teguh Prinsip Islahiyah
Mahfud mengungkapkan bahwasanya kaum santri saat ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. "Kalau dulu sering diejek sebagai kaum udik dan kampungan, dan hanya bisa bekerja di sektor agama dalam arti sempit. Sekarang sudah mengalami mobilitas sosial vertikal naik yang luar biasa," ungkapnya.
Dalam hal ini, Mahfud mengatakan bahwa para santri telah masuk ke berbagai profesi. Mulai dari saudagar, pejabat, akademisi, pimpinan ormas, politisi, bahkan juga seniman atau sastrawan.
Selain itu, para santri juga banyak berkiprah dalam jabatan-jabatan penting di berbagai instansi pemerintahan termasuk dalam jajaran TNI-Polri. "Di instansi pemerintah bukan hanya bekerja di Kementerian Agama, tetapi hampir di semua lembaga negara ada alumnus pesantrennya," ujar Mahfud.
Baca Juga:Sambut Hari Santri, Film Pesantren Akan Tayang Eksklusif di 3 Ponpes Purbalingga
"Para santri wajib menjaga NKRI dengan segala kebhinnekaannya dan harus terus berkiprah dengan nafas Islami di dalam prinsip ideologi negara Pancasila. Itu semua bisa dan harus kita lakukan dalam semboyan, Ideologi Negara, Ideologi Santri," kata Mahfud
Baca Juga:Peringati Hari Santri 2022, Wapres: Pegang Teguh Prinsip Islahiyah
Mahfud mengungkapkan bahwasanya kaum santri saat ini telah mengalami kemajuan yang luar biasa. "Kalau dulu sering diejek sebagai kaum udik dan kampungan, dan hanya bisa bekerja di sektor agama dalam arti sempit. Sekarang sudah mengalami mobilitas sosial vertikal naik yang luar biasa," ungkapnya.
Dalam hal ini, Mahfud mengatakan bahwa para santri telah masuk ke berbagai profesi. Mulai dari saudagar, pejabat, akademisi, pimpinan ormas, politisi, bahkan juga seniman atau sastrawan.
Selain itu, para santri juga banyak berkiprah dalam jabatan-jabatan penting di berbagai instansi pemerintahan termasuk dalam jajaran TNI-Polri. "Di instansi pemerintah bukan hanya bekerja di Kementerian Agama, tetapi hampir di semua lembaga negara ada alumnus pesantrennya," ujar Mahfud.
Baca Juga:Sambut Hari Santri, Film Pesantren Akan Tayang Eksklusif di 3 Ponpes Purbalingga