Toilet Umum Bisa Jadi Sumber Penyakit, Begini Antisipasinya
Mahmuda attar hussein
Ahad, 23 Oktober 2022 - 16:00 WIB
Ilustrasi toilet umum. (Foto: Istimewa).
Toilet umum bisa menjadi sumber penyakit. Ada sejumlah langkah antisipasi untuk mengurangi masalah tersebut, salah satunya dengan ventilasi yang baik.
Ahli Ilmu Lingkungan dari University of South Australia, Prof Erica Donner, menjelaskan ada risiko terhadap masalah kesehatan masyarakat ketika seseorang sering menggunakan toilet umum.
"Besarnya risiko kesehatan itu tergantung pada banyak hal, termasuk seberapa sering toilet dibersihkan dan seberapa baik ventilasinya," kata dia seperti dilansir Huffpost, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: Desain Rumah Islami, Buya Yahya: Upayakan Punya Toilet Tertutup
Dia mengungkapkan, setidaknya ada beberapa virus dan bakteri yang berpotensi menyebar di dalam toilet umum. Di antaranya seperti norovirus, salmonella, dan hepatitis A.
Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan keberadaan mikroba patogen di dalam toilet umum. Patogen ini dihasilkan dari kotoran dan urin.
Bahkan, ahli mikrobiologi dari University of Arizona, Prof Charles Gerba mengatakan, patogen ini dapat menyebar hanya karena bilasan di toilet. Selain itu, patogen ini juga dapat bertahan selama satu jam lebih sebelum menempel pada permukaan di sekitarnya.
Ahli Ilmu Lingkungan dari University of South Australia, Prof Erica Donner, menjelaskan ada risiko terhadap masalah kesehatan masyarakat ketika seseorang sering menggunakan toilet umum.
"Besarnya risiko kesehatan itu tergantung pada banyak hal, termasuk seberapa sering toilet dibersihkan dan seberapa baik ventilasinya," kata dia seperti dilansir Huffpost, Jumat (21/10/2022).
Baca Juga: Desain Rumah Islami, Buya Yahya: Upayakan Punya Toilet Tertutup
Dia mengungkapkan, setidaknya ada beberapa virus dan bakteri yang berpotensi menyebar di dalam toilet umum. Di antaranya seperti norovirus, salmonella, dan hepatitis A.
Selain itu, beberapa penelitian juga menemukan keberadaan mikroba patogen di dalam toilet umum. Patogen ini dihasilkan dari kotoran dan urin.
Bahkan, ahli mikrobiologi dari University of Arizona, Prof Charles Gerba mengatakan, patogen ini dapat menyebar hanya karena bilasan di toilet. Selain itu, patogen ini juga dapat bertahan selama satu jam lebih sebelum menempel pada permukaan di sekitarnya.