LANGIT7.ID - , Jakarta - Sebelum memutuskan untuk membangun rumah, sebaiknya Sahabat Langit7 memahami konsep
desain rumah Islami yang tepat. Pengasuh Lembaga Pengembangan Da'wah dan Pondok Pesantren Al Bahjah, Yahya Zainul Maarif atau
Buya Yahya menjelaskan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat mendesain rumah.
Menurut Buya Yahya, sebuah rumah tidak harus besar, namun usahakan hunian dalam keadaan lengkap. Dia pun menitikberatkan pada pengadaan
toilet yang tertutup.
Baca juga: Desain Rumah Islami, Tak Harus Megah tapi Terasa Nyaman"Sefakir-fakir apapun Anda hendaknya punya toilet yang tertutup," katanya dalam tayangan YouTube Al-Bahjah TV, dikutip Sabtu (8/10/2022).
Buya Yahya menjelaskan, toilet tertutup akan mencegah dari hal-hal yang tidak diinginkan. Khususnya bagi keluarga besar yang memiliki anak mulai bertumbuh dewasa.
"Kadang-kadang anaknya sudah mulai gede,
naudzubillah, intip-intipan atau pura-pura tidak tahu. Masuk kamar ingin mergoki adik perempuan dan sebagainya. Jadi, pastikan
kamar mandi tertutup," ujarnya.
Selanjutnya adalah memisahkan
kamar anak laki-laki dan perempuan. Sehingga keduanya berada di ruangan yang terpisah.
"Jangan biarkan anak laki-laki dan perempuan dalam satu kamar yang sama. Sebab, naudzubillah, setan membangunkan dia di saat terbangun, tersingkap aurat adiknya maka itu bahaya," terangnya.
Baca juga: Desain Rumah Minimalis dengan Kolam Renang, Tidak Makan TempatNamun, bila kondisi rumah tidak memungkinkan misalnya hanya memiliki satu kamar, maka letakkan anak perempuan di dalam ruangan. Sementara untuk anak laki-laki bisa tidur di luar kamar.
Buya Yahya menjelaskan ajaran Rasulullah saw untuk tidak membiarkan anak perempuan dan laki-laki dalam satu selimut saat mereka tidur.
"Lebih baik lagi jika setiap anak memiliki ranjang yang berbeda, hanya mungkin perlu biaya besar. Tapi paling tidak terpisah atau ada pemisahnya sebab itu ajaran nabi," terang dia.
Di samping untuk penghuni rumah, Buya Yahya juga menjelaskan rumah yang ideal adalah yang memiliki ruangan khusus untuk menjaga kehormatan tamu.
"Biarpun hanya gubug temui tamu di situ sehingga mereka tidak sampai melihat anak perempuan kita. Kalau ada toilet kecil juga bisa ada di depan sehingga mereka tidak usah masuk ke rumah," katanya.
Baca juga: 7 Pertimbangan untuk Mendesain Rumah IslamiKeempat, usahakan kamar orang tua terpisah dengan anak, atau bisa juga dengan menyekat rumah agar aurat di rumah terjaga.
"Jangan sampai
nauzubillah, di saat orang tuanya punya hajat, lalu dirasakan oleh anak-anaknya karena satu kamar itu juga akan merusak mental anak," terangnya.
Menurutnya, rumah Islami bukan yang disebutkan dalam Al-Qur'an ada sungai-sungai dan kolam ikan di bawah dan sebagainya. Akan tetapi rumah sederhana dan kecil pun bisa dibuat rumah seislami mungkin.
(est)