LANGIT.ID, Jakarta -
Desain rumah Islami ternyata tak harus megah dan mewah. Asalkan tetap bisa memberikan kenyamanan bagi penghuni maupun tamu yang berkunjung ke tempat tersebut.
Pendakwah,
Buya Yahya menjelaskan, yang harus diperhatikan dari konsep rumah Islami bukan besarnya bangunan. Setiap ruangan dengan fungsi khusus juga perlu diperhatikan.
"Sefakir-fakirnya Anda, toilet itu mesti tertutup. Selain itu, juga harus ada kuncinya dan bisa tertutup rapat," kata dia dalam kutipan ceramahnya, Selasa (5/7/2022).
Kemudian, kata dia, tempat tidur anak harus terpisah, terutama bagi anak laki-laki dan perempuan. Semua itu dilakukan demi menghindari dan mencegah adanya perilaku setan yang tidak senonoh.
Baca Juga: Desain Rumah Minimalis dengan Kolam Renang, Tidak Makan Tempat"Kalau ternyata kamarnya hanya satu, biarkan laki-laki yang tidur di luar dengan hamparan kasurnya," ujarnya.
Pengasuh LPD dan Pondok Pesantren Al-Bahjah ini juga menegaskan, setelah memisahkan kamar putra dan putri, juga harus memastikan mereka memiliki perlengkapan tidurnya sendiri. Sehingga tidak saling pinjam atau dipakai secara bersamaan.
"Tidak boleh walaupun putri dengan putri tidur dalam satu selimut. Artinya, meski dengan keterbatasan kamar, tapi ranjang kasur harus terpisah. Itu ajaran Nabi SAW untuk kita pisah tempatnya," ungkapnya.
Dia menambahkan, perlu ada ruang khusus untuk menerima tamu. Ruangan tamu ini harus terpisah dengan ruang keluarga.
"Jadi mereka (tamu) tidak bisa melihat isi rumah, termasuk putri kita. Kalaupun bisa buatlah toilet di dekat ruang tamu, sehingga ketika mereka ada hajat tidak sampai menggangu atau masuk ke ruangan keluarga," katanya.
Lebih lanjut, dia juga mengatakan agar kamar orang tua terpisah dari anak-anaknya. Dengan tujuan menyembunyikan sebisa mungkin ketika orang tua memiliki hajat.
"Jangan sampai hajat ini terdengar oleh anak-anak. Karena mungkin bisa merusak mental mereka," katanya.
Menurutnya, begitulah pendidikan Islam yang indah. Jadi, bukan rumah besar ataupun mengutamakan ruangan shalat dalam rumah, melainkan desain rumah perlu mendukung seluruh adab dan norma kehidupan yang Islami pula.
"Mau sholat tinggal gelar sajadah sudah bisa sholat. Tidak perlu harus mengutamakan ruangan khusus untuk sholat tapi kamar mandi tidak tertutup, kamar juga tidak terpisah, dan lainnya. Artinya, rumah sekecil apa pun juga bisa menghadirkan suasana Islami. Wallahu a'lam bishawab," katanya.
(bal)