Santri jadi Pejuang Kemerdekaan dan Perumus Dasar Negara
Hasanah syakim
Senin, 24 Oktober 2022 - 23:33 WIB
Ilustrasi (foto: istimewa)
Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyampaikan para pejuang kemerdekaan, dan perumus dasar negara Pancasila pada umumnya komunitas santri.
Busyro mencatat ada Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah, Abdul Kahar Muzakir dari Muhammadiyah, serta Jenderal Besar TNI Soedirman adalah merupakan produk dari komunitas santri saat itu.
"Tokoh-tokoh inilah yang kemudian kita kenal sebagai tokoh-tokoh awal yang merintis dengan jiwa, dan raganya sehingga terbentuk NKRI,” ungkap Busyro dalam keterangannya Senin (24/10/2022).
Baca juga:Santri Diharapkan Mewarisi Semangat Perjuangan Santri Terdahulu
Lebih lanjut, Busyro menuturkan tema Hari Santri Tahun 2022 yakni “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan” sejalan dengan spirit yang selama ini ditumbuhkembangkan, oleh Muhammadiyah, yaitu “Ta’awun (Berkolaborasi) Membangun Negeri”.
“PP Muhammadiyah berharap tema ini diharapkan tidak sekadar slogan dan wacana, tapi mari kita buktikan secara nyata," ujarnya.
Menurutnya, tema ini juga masih perlu diaktualisasikan dalam bentuk amal sosial kemanusiaan secara nyata, sehingga martabat kemanusiaan bangsa Indonesia tetap terjaga, sekarang maupun yang akan datang.
Busyro mencatat ada Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah, Abdul Kahar Muzakir dari Muhammadiyah, serta Jenderal Besar TNI Soedirman adalah merupakan produk dari komunitas santri saat itu.
"Tokoh-tokoh inilah yang kemudian kita kenal sebagai tokoh-tokoh awal yang merintis dengan jiwa, dan raganya sehingga terbentuk NKRI,” ungkap Busyro dalam keterangannya Senin (24/10/2022).
Baca juga:Santri Diharapkan Mewarisi Semangat Perjuangan Santri Terdahulu
Lebih lanjut, Busyro menuturkan tema Hari Santri Tahun 2022 yakni “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan” sejalan dengan spirit yang selama ini ditumbuhkembangkan, oleh Muhammadiyah, yaitu “Ta’awun (Berkolaborasi) Membangun Negeri”.
“PP Muhammadiyah berharap tema ini diharapkan tidak sekadar slogan dan wacana, tapi mari kita buktikan secara nyata," ujarnya.
Menurutnya, tema ini juga masih perlu diaktualisasikan dalam bentuk amal sosial kemanusiaan secara nyata, sehingga martabat kemanusiaan bangsa Indonesia tetap terjaga, sekarang maupun yang akan datang.